Breaking News

15 Kota/Kab di Jatim Disebut Tinggi Kadar SO2, Simak Daftar dan Dampaknya

 


Surabaya
, detiknews.web.id - Gunung Ruang di Sulawesi Utara meletus, Selasa (16/4/2024) dan mengeluarkan gas sulfur dioksida (SO2). Gas SO2 membahayakan kesehatan manusia. Informasi ini penting untuk diketahui masyarakat karena dampaknya yang berpotensi merugikan.
Beberapa hari belakangan ini ramai di media sosial mengenai gas SO2 yang disebut-sebut menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Diketahui, gas Sulfur Dioksida atau SO2 memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan dan lingkungan.

Dilansir dari pantauan laman windy.com, beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur menunjukkan kadar SO2 cukup tinggi. Namun belum diketahui secara pasti apakah tingginya angka SO2 di Jawa Timur ini berkaitan dengan meletusnya Gunung Ruang di Sulawesi Utara.

Lantas, apa itu gas SO2 dan bagaimana dampaknya? Simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Gas SO2
Dilansir dari laman BMKG, Sulfur dioksida (SO2) adalah salah satu spesies dari gas-gas oksida sulfur (SOx) yang terbentuk terutama saat pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur, seperti batu bara dan minyak mentah.

Gas ini memiliki sifat yang sangat mudah larut dalam air dan umumnya tidak berwarna, meskipun dapat memiliki bau yang tajam jika terdapat konsentrasi yang tinggi.

Sumber utama emisi SO2 adalah dari kegiatan industri dan pembangkit listrik yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar, serta kendaraan bermesin diesel. Industri-industri besar seperti pabrik-pabrik pengolahan batu bara, pabrik-pabrik kimia, dan pembangkit listrik termal dapat menjadi sumber utama emisi SO2. Gas ini juga dihasilkan dari aktivitas vulkanik dan proses alam lainnya.


Daftar Kabupaten/Kota Tinggi Kadar SO2
Berikut daftar kabupaten/kota di Jawa Timur yang memiliki kadar SO2 tinggi per 23 April 2024 pukul 16.00 WIB, dilansir dari laman windy.com.

  1. Kota Surabaya
  2. Kabupaten Sidoarjo
  3. Kabupaten Gresik
  4. Kabupaten Mojokerto
  5. Kabupaten Bangkalan
  6. Kabupaten Malang
  7. Kabupaten Probolinggo
  8. Kabupaten Lumajang
  9. Kabupaten Pasuruan
  10. Kabupaten Lamongan
  11. Kabupaten Nganjuk
  12. Kabupaten Bojonegoro
  13. Kabupaten Ngawi
  14. Kabupaten Tuban
  15. Kabupaten Bangkalan

Dampak Pencemaran Gas SO2

Adapun dampak yang timbul dari tercemarnya udara oleh gas Sulfur Dioksida atau SO2. Berikut beberapa dampaknya bagi kesehatan dan lingkungan, dilansir dari sumber yang sama.


1. Mengancam Kesehatan

Gas sulfur dioksida (SO2) telah lama dikenal karena kemampuannya menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, seperti pada saluran hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Efek kesehatan ini lebih buruk bagi penderita asma. Selain itu, SO2 dapat berubah menjadi pencemar sekunder seperti aerosol sulfat di udara.


Aerosol ini, yang umumnya sangat halus, dapat terhisap ke dalam saluran pernapasan bawah, menyebabkan dampak kesehatan yang lebih serius karena sifatnya yang korosif dan karsinogen. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kematian akibat kegagalan pernapasan, terutama pada orang tua dan anak-anak, sering terkait dengan konsentrasi SO2 dan partikulat secara bersamaan.


SO2 dalam bentuk gas dapat menyebabkan kesulitan bernapas, terutama pada orang-orang sensitif seperti penderita asma, anak-anak, dan lansia. Reaksi SO2 dengan senyawa kimia lain dapat membentuk partikel sulfat yang jika terhirup dapat menyebabkan masalah pernapasan yang serius, bahkan kematian.


2. Merusak Lingkungan

Tingginya konsentrasi SO2 di udara adalah salah satu faktor yang memicu hujan asam. Fenomena ini disebabkan oleh sulfur dari bahan bakar fosil dan nitrogen di atmosfer yang bereaksi membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat tersebut bereaksi dengan air di atmosfer, membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang larut dalam air hujan, meningkatkan keasaman tanah dan air permukaan yang berdampak negatif pada kehidupan ikan dan tanaman.


Peningkatan asam di danau akibat hujan asam mengurangi keberagaman spesies, terutama plankton dan invertebrata yang rentan terhadap pengasaman. Ketika pH air danau turun di bawah 5, lebih dari 75% spesies ikan dapat terancam punah, mempengaruhi rantai makanan dan stabilitas ekosistem. Namun, tidak semua danau yang terkena hujan asam akan mengalami pengasaman, karena beberapa jenis batuan dan tanah dapat membantu menetralkan keasaman tersebut.


Selain sebagai penyebab hujan asam, emisi SO2 juga dapat menyebabkan kabut dan mengurangi jarak pandang karena kemampuan gas dan partikel SO2 dalam menyerap cahaya.


3. Tumbuhan Rusak hingga Mati

Sulfur dioksida berpotensi merusak tanaman dengan mengakibatkan kematian jaringan pada daun, kerusakan pinggiran daun, dan terjadinya klorosis secara kronis. Tingkat kelembaban udara yang tinggi akan memperparah kerusakan ini karena SO2 dapat berubah menjadi asam sulfat, merusak tanaman lebih lanjut.


Kadar SO2 yang tinggi di hutan dapat menyebabkan noda putih atau coklat pada daun, yang jika dibiarkan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kematian tanaman karena kekurangan magnesium, sebuah nutrisi esensial bagi tanaman.


Ekosistem darat rentan terhadap dampak pencemaran atmosfer, dengan perbedaan kerentanan yang didasarkan pada spesies, faktor genetik, umur, dan keadaan fisiologis. Penelitian menunjukkan bahwa spesies tanaman di pusat kota dan daerah industri lebih rentan daripada yang berada di daerah perbatasan. Beberapa komunitas tanaman alami bahkan mengalami seleksi genetik terhadap pencemaran atmosfer.


Pengaruh sulfur dioksida dan presipitasi asam terutama buruk dalam ekosistem hutan yang berdekatan dengan peleburan atau sumber pencemaran lainnya. Jenis pepohonan tertentu, seperti sweet birch dan pinus putih, diketahui sangat rentan terhadap pencemaran atmosfer, sementara spesies lumut cenderung meningkat dengan meningkatnya jarak dari sumber polusi.


4. Kematian Hewan

Menurut penelitian dari The National Academy Of Sciences pada tahun 1978, pH memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan ikan. Di Norwegia, presipitasi asam juga diketahui mempengaruhi industri perikanan secara komersial. Penelitian oleh Wright dan rekan (1977) menunjukkan bahwa penurunan pH dalam sungai-sungai selama abad terakhir telah mengakibatkan penurunan jumlah tangkapan ikan salmon.


Penurunan pH menyebabkan serangkaian perubahan kimia yang mengurangi laju daur zat makanan dalam ekosistem perairan. Akibatnya, terjadi penurunan bahan organik di suatu daerah dan pergeseran ke arah kondisi oligotropik dalam danau. Perubahan ekologis ini mengikuti pola umum dampak zat toksik terhadap ekosistem.


Seperti tumbuhan, hewan juga memiliki ambang toleransi terhadap hujan asam. Hewan-hewan mikroskopis di tanah misalnya, rentan terhadap kematian langsung saat pH tanah meningkat karena sensitivitasnya terhadap perubahan lingkungan yang ekstrem. Ancaman juga terjadi bagi spesies hewan lainnya karena jumlah produsen, seperti tumbuhan, semakin berkurang.


Akibatnya, penyakit-penyakit pada hewan dapat meningkat karena paparan kulit mereka terhadap air dengan tingkat keasaman yang tinggi, yang pada akhirnya dapat mengancam kelangsungan hidup spesies tersebut.


5. Kerusakan Material

Kerusakan akibat pencemaran SO2 juga mempengaruhi bangunan yang terbuat dari bahan seperti batu kapur, batu pualam, dan dolomit. Dampaknya terlihat pada penampilan, kekuatan struktural, dan masa pakai gedung.


Bangunan bersejarah seperti candi dan patung juga terancam serius. Hujan asam mengikis batuan dengan melarutkan kalsium karbonat, meninggalkan kristal yang merusak. Semakin banyak kristal, semakin parah kerusakannya.


Itu dia beberapa informasi mengenai gas Sulfur Dioksida atau SO2 yang sedang ramai diperbincangkan. Perlu dicatat, bagi orang yang memiliki sistem pernafasan sensitif, diimbau untuk menggunakan masker saat berpergian keluar rumah di wilayah tinggi SO2.


(red.alz)

© Copyright 2022 - detiknews
https://www.detiknews.web.id/p/box-redaksi.html