Liga 1 Indonesia, PersiB Bandung Siap Hadapi Arema FC – Tim raksasa sepak bola Indonesia yang berasal dari Kota Bandung, Persib bakalan segera melawan tim raksasa dari kota Malang, Arema FC. Pertandingan itu merupakan laga lanjutan kompetisi Liga 1 2018 yang berlangsung pada hari Kamis (13/9/2018). Mario Gomez, pelatih Persib Bandung mengatakan jika skuat asuhannya siap dalam kondisi yang baik untuk melanjutkan laga tersebut.

Baca juga: Kerusakan Mencapai 10 Triliun Akibat Gempa Di Lombok

“Persiapan terakhir sangat bagus karena kami siap untuk game. Kami punya semua pemain dan pemain inti kami menanti arema sekarang,” ujar Gomez, Selasa (11/9/2018).

Waktu kick-off Persib kontra Arema dimajukan. Laga yang dijadwalkan dimulai pukul 18.30 WIB itu bergeser menjadi pukul 16.00 WIB.

Gomez menilai, keputusan itu merugikan bagi suporter Persib (Bobotoh) yang terlanjur membeli tiket, apalagi laga digelar saat hari kerja.

“Tapi yang penting untuk fans kami. Saya tidak mengerti ganti (waktu pertandingan), karena saya tahu itu buat pengamanan dan lainnya. Tapi seharusnya bilang lebih dulu sebelumnya karena banyak fans yang sudah terlanjur beli tiket sehingga mungkin tidak bisa datang karena kerja,” ujarnya.

“Ya saya mengerti keputusan polisi, itu normal. Tapi gimana soal fans? Kami butuh fans untuk datang mendukung. Pengamanan memang hal yang penting tapi fans juga penting karena mereka sudah membayar tiket, mereka kerja untuk dapet tiket,” ujarnya.

Dalam laga itu Persib dipastikan tak diperkuat gelandang muda Febri Hariyadi, yang tengah bergabung dengan Timnas Indonesia. Gomez pun tak mempersoalkan absennya Febri.

“Tidak untuk game ini. Ketika dia datang saya akan lihat kondisinya gimana. Jika dia latihan sama kami akan saya lihat kesiapannya. Tapi untuk lawan Arema tidak (main),” ujarnya.

Gomez pun belum mengetahui kondisi Febri saat ini. Apalagi ia kehilangan kontak sewaktu Febri memperkuat timnas dalam ajang Asian Games.

“Selama dua bulan saya ga ketemu Febri. Mungkin next game, tapi saya memang tidak tahu soal dia karena setelah beres Asian Games dia minta libur sampai tanggal 10 September, ya saya kasih karena dia butuh istirahat. Sekarang dia balik lagi ke timnas,” ujarnya.

Meski Gagal Eksekusi Pinalti, MU Tetap Berhasil Kalahkan Burnley – Skuat asuhan Jose Mourinho akhirnya telah bangkit dari tren negatif yang di landa oleh Manchester United. Sebelumnya tim berjulukan Setan Merah itu harus menelan dua kekalahan secara beruntun. Namun, pasukan Mourinho itu kini kembali merebut kemenangan saat bertandang ke Turf Moor, markas Burnley.

Baca Juga: Sandiaga Berikan Tiket VVIP Ke Warga DKI Saat Penutupan Asian Games

Dalam laga pekan ke-4 Premier League 2018/2019, Manchester United berhasil permalukan tuan rumah dengan skor akhir 0-2.

MU langsung menggebrak pertahanan Burnley saat laga baru berjalan tiga menit. Adalah pemain belakang, Luke Shaw, yang mampu melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Sayang, peluang Shaw mampu digagalkan kiper veteran Burnley, Joe Hart.

Peluang kembali didapat MU di menit 10, kali ini ini lewat aksi Jesse Lingard. Namun lagi-lagi, MU gagal mendapat hasil. Sepakan Lingard masih belum menemui sasaran.

Kebuntuan MU akhirnya pecah di menit 27. Berawal dari penetrasi Alexis Sanchez di sektor kanan pertahanan Burnley. Winger asal Chile ini kemudian melepaskan umpan ke depan gawang. Datang dari belakang, Romelu Lukaku langsung menyambar bola umpan Alexis lewat sundulan dan gagal dihalau Hart.

Jelang turun minum, Lukaku kembali mencatatkan namanya di papan skor usai mencetak gol keduanya dalam laga ini. Memanfaatkan bola liar hasil sepakan Paul Pogba, striker berpaspor Belgia ini langsung mencocor bola yang berada di depan mulut gawang. MU unggul 2-0 di babak pertama.

Memasuki babak kedua, MU berpeluang menambah keunggulannya di menit 69. Pelanggaran Aaron Lennon terhadap Marcus Rashford di area terlarang membuat wasit Jonathan Moss memberikan hadiah penalti buat MU. Namun demikian, Paul Pogba yang didapuk sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya.

Sepakan Pogba mampu diblok dengan sempurna oleh Hart.Dua menit berselang, MU harus bermain dengan 10 orang pemain menyusul kartu merah yang diberikan Moss. Moss mengusir Rashford akibat ulah tak terpuji menanduk kepala pemain belakang Burnley, Phil Bardsley.

Meski tampil dengan 10 orang pemain pasca kartu merah Rashford, MU tetap mampu menjaga keunggulan 2-0 hingga akhir pertandingan.

Kemenangan ini mengantar MU naik ke posisi 10 klasemen sementara Premier League dengan catatan 6 poin. Sementara bagi Burnley, kekalahan ini membuat pasukan Sean Dyche masih berada di zona degradasi, tepatnya di posisi 16 dengan catatan 1 poin.

Usai Sumbang Perak, Lalu M. Zohri Langsung Pulang ke Lombok – Meskipun gagal menyumbang medali emas untuk Indonesia di Ajang Asian Games 2018, setidaknya Lalu M. Zohri berhasil meraih medali perak lari estafet jarak 4×100 meter. Setelah selesai dalan ajang tersebut, Lalu M. Zohri langsung berangkat pulang menuju kampunya yang berada di Lombok.

Baca juga: Begini Sekarang Nasib Peraih 3 Medai Emas Asian Games 1962

Tujuan lain Lalu M. Zohri pulang menuju kampung tak lain di karenakan ia ingin segera bertemu dengan keluarganya yang kini masih mengungsi.

Zohri bersama rekan-rekannya di tim estafet baru saja mencetak rekor nasional saat turun di nomor 4×100 meter Asian Games 2018.

Bersama Eko Rimbawan, Fadlin, dan Bayu Kertanegara, Zohri meraih medali perak usai membukukan waktu 38,77 detik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK) Senayan, Kamis (29/8/2018) malam.

Indonesia cuma kalah dari Jepang yang mencatatkan waktu 38,16 detik. Sementara China berhak atas perunggu usai membukukan waktu 38,89 detik.

“Perasaan saya bangga dan bersyukur sekali karena bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Zohri.

Usai meraih perak, kini Zohri tak sabar untuk pulang ke Lombok dan berbagi kebahagiaan dengan keluarga. Zohri sendiri memang tampil di Asian Games 2018 dengan menyimpan kekhawatiran terkait keluarga.

Keluarganya saat ini tengah mengungsi, menyusul gempa besar yang mengguncang Lombok pada awal dan medio Agustus ini. Gempa 7,0 SR terjadi pada 5 Agustus lalu, kemudian gempa kuat lain dengan daya 6,9 SR terjadi pada 19 Agustus.

“Besok (Jumat) saya langsung pulang,” katanya.

Gempa Lombok menelan lebih dari 500 korban jiwa. Zohri sejatinya sempat ingin pulang sebelum Asian Games, tapi batal karena harus fokus ke ajang ini.

Keluarga sendiri sempat berpesan ke Zohri sebelum final estafet 4 x 100 meter, untuk fokus saja ke perlombaan.

“Kakak sempat telepon nangis-nangis dan bilang masjid runtuh. Saya ikutan nangis dan sempat ingin pulang. Tapi, karena teringat Asian Games jadi tidak jadi,” kata Lalu, waktu itu.

Ronaldo Kembali Menuju Liga Spanyol Sebagai Presiden Klub – Ronaldo Nazario, mantan pemain bintang asal tim raksasa Liga Spanyol, Barcelona dan Real Madrid di gadang-gadang akan kembali menuju Liga Spanyol. Namun kembalinya Ronaldo bukan ingin menjadi pemain sepak bola lagi.

Baca juga: Sejak 2015, Sebanyak 56 Ribu TKI Bermasalah Telah Di Pulangkan Dari Malaysia

Ia dikabarkan akan membeli saham mayoritas klub Liga Spanyol Real Valladolid. Menurut laporan, Ronaldo tengah menjalin negosiasi lanjutan dengan petinggi Valladollid. Striker legendaris timnas Brasil itu dilaporkan akan membeli saham senilai €30 juta.

Andai terjadi kesepakatan resmi, maka Ronaldo berhak menjabat presiden baru Valladolid menggantikan Carlos Suarez yang akan dialihkan sebagai dewan klub.

Ronaldo bukan orang baru di Liga Spanyol. Popularitasnya meroket ketika membela Barcelona pada 1996/1997. Sempat pindah ke Liga Italia bersama Inter Milan, peraih tiga penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA itu kembali ke Liga Spanyol untuk membela Real Madrid periode 2002-2007.

Mantan presiden Valladolid Jose Moro merupakan mantan rekanan Ronaldo dalam bisnis anggur. Pertemanan keduanya menginspirasi Ronaldo untuk menyelami bisnis di klub profesional.

Pada Januari lalu, Ronaldo berbicara kepada Dario AS tentang kemungkinan membeli saham tim divisi di Eropa.

“Saya ingin membeli tim di divisi dua Spanyol atau Inggris. Saya ingin melakukan sesuatu yang inovatif,” kata Ronaldo.

Ternyata Ronaldo melirik tim promosi Valladolid yang sudah lima tahun absen di La Liga. Kini, tim berjuluk Pucela mencoba untuk bersaing dengan tim raksasa Liga Spanyol.

Jika resmi menjadi presiden Valladolid, Ronaldo bakal menjadi musuh dua klub yang pernah dibelanya Barcelona dan Real Madrid. Kali ini Si Fenomenal tidak akan turun bermain, tetapi sebagai pejabat tinggi klub.

Begini Sekarang Nasib Peraih 3 Medai Emas Asian Games 1962 – Dalam ajang perlombaan terbesar pertandingan berbagai macam cabang olahraga terbesar yang ada di Asia atau lebih di kenal sebagai Asian Games. Saat ini digelar di Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dan berlangsung di kota Jakarta dan Palembang.

Baca juga: Pesawat China Mendarat Darurat Tanpa Dua Roda

Dalam ajang itu tenyata menjadi pengingat kepada para atlet legenda tanah air yang sebelumnya pernah membanggakan dan mengharumkan nama bangsa di ajang pesta olahraga terbesar di Asia itu.

Bagaimana nasib mereka yang saat itu merebut segudang prestasi dengan penuh pengabdian, tanpa ’embel-embel’ bonus dari pemerintah. Bahkan kabarnya hingga saat ini perhatian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah masih belum optimal. Para legendaris atlet berprestasi baik tingkat Asia maupun dunia tersebut tersebar di seantero negeri ini. Salah satunya di Sukabumi.

Salah satunya di Sukabumi, Jawa Barat terdapat legendaris pembalap sepeda berjulukan Macan Asia yakni Hendrik Brocks yang kini lebih dikenal dengan nama Hendra Gunawan. Hendrik Brocks yang di kalangan keluarga lebih akrab disapa Pak Eki ini telah banyak menyumbangkan medali.

Di antaranya yang sangat top yaitu pada Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta. Dia telah menyumbangkan tiga medali emas dari nomor team time trail 100 km, individu open road race 190 km, dan team open road race 190 km.

Bahkan atas keberhasilannya merebut tiga medali emas, pria kelahiran Sukabumi, 27 Maret 1941 itu menjadi atlet Indonesia terbanyak peraih medali emas pada Asian Games 1962. Bukti segudang prestasi yang telah diraihnya dalam balap sepeda jalanan baik tingkat nasional, Asia, hingga dunia itu dapat dilihat di ruang tamunya.

Sejumlah foto saat menunggang sepeda balap terpajang di dinding di antara banyak piagam. Begitu juga berbagai medali dan tropi terpajang dalam sebuah lemari kaca.

Namun bagaimana saat ini, nasib legendaris pembalap sepeda berjulukan Macan Asia tersebut. Saat ini Hendrik bersama istrinya Yati Suryati (67) mendiami sebuah rumah sederhana peninggalan keluarganya.

Rumah yang sempat ambruk dan baru direhab ini berlokasi di permukiman padat penduduk di Jalan Bhayangkara, Gang Rawasalak, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Kondisi fisik Hendrik pada umumnya tetap terlihat masih segar bugar dan sehat, meskipun bila berjalan harus ditopang sebuah tongkat.

Hanya saja, sejak 2007, tim medis memvonis pria keturunan Jerman-Jawa ini dengan diagnosa glaukoma. Akibat glaukoma ini, penglihatannya terganggu hingga akhirya tidak bisa melihat. “Kalau kesehatan alhamdulillah. Hanya saja penglihatan yang terganggu karena glaukoma, dan sudah dua kali menjalani operasi,” ungkap Hendrik

Hendrik mengaku sudah lama menempati tempat tinggalnya sekarang. Bahkan beberapa tahun lalu, rumah sederhana ini sempat nyaris ambruk. Namun belum lama ini, rumah tersebut direhab. Dana rehab berasal dari penjualan rumah pemberian pemerintah pada 2007 di salah satu perumahan di Sukabumi.

“Ini rumahnya sebenarnya sudah roboh dan baru direhab. Alhamdulillah tahun 2007 Pak Adhyaksa Dault memberikan sebuah rumah di perumahan. Namun selama 10 tahun tidak boleh dijual, akhirnya belum lama ini dijual dan uangnya dipakai untuk rehab rumah ini,” tutur dia.

Sayangnya saat ini, Hendrik yang sudah menorehkan dan mengharumkan nama Sukabumi dan Indonesia di Asia dan dunia tidak memiliki kartu atau peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Untuk biaya pengobatan penyakit glaukoma pada 2007 masih mengandalkan biaya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi.

“Nggak pegang kartu (BPJS), justru gak masuk. Kalau biaya operasi saat itu sih biayanya masih ada dari Pemkab Sukabumi. Karena saat itu melatih tim sepeda balap Kabupaten Sukabumi,” akunya.

Saat ditanya mengenai perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap para mantan atlet berprestasi, seperti dirinya, Hendrik menjawab tegas tidak ada. Bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Periode 2004-2009 Adhyaksa Dault yang pernah menjanjikan dana pensiun pun tidak terealisasi.

“Pak Adhyaksa waktu beliau menjadi Menpora menjanjikan mengusahakan pemerintah akan memberikan pensiun bagi peraih medali emas olimpiade dan Asian Games. Namun sampai sekarang nggak ada realisasinya,” tutur Hendrik.

“Padahal kalau melihat jumlah atlet yang mendapat medali emas dari Olimpiade dan Asian Games tidak banyak,” sambungnya.

Namun, meski tidak mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah untuk perawatan kesehatannya dan tidak mendapatkan dana pensiun untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Hendrik mengakui masih tetap sehat dan bisa menjalani kehidupan meskipun sederhana.

“Saya gak tahu, tapi sehari-hari saya masih bisa makan,” kata Hendrik dengan nada penuh semangat dan optimis.