Ternyata Cuman Segini Jatah Makan Richard Muljadi Di Tahanan – Tertangkap dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis kokain, kini Richard Muljadi harus menjalani hukuman di balik jeruji besi yang telah di berikan oleh pihak Polda Metro Jaya. Namun banyak yang bertanyak bagaimana nasipnya jika berada di dalam sel dan apakah ia bisa makan makanan yang di sukainya.

Baca juga: Di Mekah, Ma’ruf Amin Tak Bertemu Rizieq Shihab

Hal tersebut langsung di jawab oleh Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Barnabas. Ia mengatakan, konglomerat Richard Muljadi hanya dapat jatah makan dua kali dalam sehari selama ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Barnabas mengungkapkan, menu makanan yang diberi ke Richard sama dengan menu tahanan lain di sana. Jika diuangkan harganya hanya sebesar Rp30 ribu per hari.

“Itu untuk dua kali makan,” kata dia kepada wartawan, Jumat 31 Agustus 2018.

Tapi, tiap harinya menu makanan di tahanan tersebut berubah-ubah, tidak selalu sama. Yaitu alakadarnya, seperti tempe, ikan, ada juga ayam.

Namun, memang kadang ada keluarganya yang membawa makanan saat datang membesuk. Meski begitu ia tak tahu persis apa makanan yang dibawa keluarga untuk Richard.

Yang pasti, makanan yang dibawa adalah makanan matang yang harus habis dimakan hari itu juga. Jika tidak akan basi.

“Ya makanan-makanan biasa, secukupnya aja. Makanan matang,” ujarnya.

Seperti diketahui, Polisi telah menetapkan Richard sebagai tersangka dan menahannya atas kasus kepemilikan kokain seberat 0,038 gram. Richard pun telah dinyatakan positif sebagai pengguna kokain melalui pemeriksaan urine.

Richard diringkus usai mengonsumi kokain di dalam toilet restoran Vong Kitchen beberapa waktu lalu. Dia dibekuk oleh perwira polisi bernama Komisaris Besar Herry Heryawan yang kebetulan hendak memakai kamar toilet restoran untuk buang air.

Richard Muljadi Di Duga Memakai Kokain – Richard Muljadi kini harus menjalani serangkaian hukuman yang di terimanya setelah ia ketahuan dalam penggunaan narkoba jenis kokain. Dengan tindakan yang di perbuatnya itu, pengacara Richard Muljadi memohon kepada pihak kepolisian untuk meringankan hukuman yang bakal di terima oleh Richard.

Baca juga: Begini Sekarang Nasib Peraih 3 Medai Emas Asian Games 1962

Namum Polda Metro Jaya masih mempertimbangkan permohonan pengacara yang ingin Richard Muljadi bisa mendapatkan rehabilitasi dalam kasus kepemilikan kokain.

Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Suwondo Nainggolan, pihaknya tidak bisa sembarangan mengabulkan permohonan rehabilitasi. Keputusan rehabilitasi ditentukan saat penyidik melakukan gelar perkara.

“Kan, ada mekanismenya-mekanismenya ya. Nantikan penyidik akan melakukan gelar diskusi, baru bisa memutuskan,” ujar dia di Markas Polda Metro Jaya, Rabu 29 Agustus 2018.

Lebih lanjut, dia mengatakan, terkait pemeriksaan darah dan rambut Richard beberapa waktu lalu guna mencari tahu sudah berapa lama Richard mengonsumsi kokain hasilnya sudah keluar. Namun, terkait bagaimana hasilnya, Suwondo enggan membeberkan dan mengatakan hasil akan dibeberkan dalam persidangan.

“Hasil tes (rambut dan darah Richard) sudah keluar. Nanti (hasilnya tes rambut dan darah) di sidang,” kata Suwondo.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan Richard sebagai tersangka dan menahannya atas kasus kepemilikan kokain seberat 0,038 gram. Richard pun telah dinyatakan positif sebagai pengguna kokain melalui pemeriksaan urine.

Richard diringkus usai mengonsumi kokain di dalam toilet restoran Vong Kitchen, Rabu. Richard dibekuk oleh perwira polisi bernama Kombes Herry Heryawan yang kebetulan hendak memakai kamar toilet restoran untuk buang air.

Dari penangkapan itu, satu unit Iphone X warna hitam dan satu lembar uang pecahan 5 dolar Australia turut disita lantaran dianggap sebagai medium saat Richard mengonsumi kokain tersebut. Polisi juga masih mendalami pelaku berinisial ML yang diduga berperan memberikan kokain kepada Richard.