Pesawat China Mendarat Darurat Tanpa Dua Roda – Sebuah pesawat terbang yang mengangkut para penumpang milik maskapai penerbangan Capital Airlines dengan bertujuan menuju ke Makau secara terpaksa harus melakukan pendaratan darurat di Bandara Shenzhen, pendaratan itu di lakukan tanpa menggunakan dua roda pendarat pesawat.

Baca juga: Takut Gempa, Warga Mataram mengungsi Menuju Ke Kuburan

Efek dari pendaratan darurat yang terjadi di Bandara Shenzhen yang berada 40 kilometer di sebelah Timur laut Makau secara terpaksa harus menutup salah satu landasan pacunya selama lebih dari tiga jam.

Sejauh ini belum diperoleh keterangan bagaimana pesawat yang berangkat dari Beijing itu bisa mendarat dengan selamat tanpa dua roda di bandara Shenzhen pada pukul 11.58 waktu setempat setelah gagal mendarat di Makau.

ni adalah pendaratan kedua Capital Airlines dalam tiga hari terakhir setelah sebuah penerbangan maskapai ini terpaksa kembali ke bandara Kunming setelah 50 menit mengudara pada Minggu (26/8/2018).

Manajemen Capital Airlines mengatakan, roda depan pesawat Airbus A320 itu rusak saat mencoba mendarat di Makau dalam cuaca buruk. Akibatnya, pilot mengalihkan pendaratan ke Shenzhen.

Manajemen maskapai ini menduga pesawat itu dihantam angin kencang saat berusaha mendarat di bandara Makau. Sementara itu, pengelola bandara internasional Baoan Shenzhen mengatakan, pesawat itu membawa 157 penumpang dan sembilan awak.

Akibat pendaratan darurat ini, lima orang penumpang pesawat mengalami luka ringan dan sudah menjalani perawatan.

Sedangkan menurut harian The Beijing News, pilot pesawat itu melaporkan adanya masalah di mesin sebelah kiri dan sistem komunikasi tak lama setelah membatalkan pendaratan di Makau.

Akhirnya 10 Ton Surat Di Kirim Kembali Menuju Ke Palestina – Pemerintahan pusat Israel akhirnya memberikan kiriman paket dan juga surat-surat yang yang sempat di larang masuk di dalam wilayah Palestina yang ada di Tepi Pantai Barat, sejak tahun 2010 yang lalu.

Baca juga: Bima Sakti Tinggalkan Luis Milla Dan Timnas Indonesia

Sebelumnya, paketan berupa surat-surat itu sempat di tahan di Yordana selama kurang lebih delapan tahun. Tumpukan surat yang di tahan oleh Israel itu beratnya mencapai lebih dari 10 ton. Dan surat tersebut di kirim sekaligus lewat tepi barat.

Kiriman jutaan paket dan surat itu pun membuat pusat pemilahan kantor pos di kota Jericho, Tepi Barat kelebihan muatan. Paket yang diterima mulai dari surat-surat hingga obat-obatan. Bahkan ada paket sebuah kursi roda untuk orang cacat.

Menteri Telekomunikasi Palestina, Allam Mousa, menuduh otoritas Israel yang telah menahan pengiriman paket di Yordania dan menunda penerapan kesepakatan jasa pos yang telah dicapai setahun lalu.

Ramadan Ghazawi, pejabat di pusat pemilahan di Jericho mengatakan, pihaknya memahami beberapa paket telah ditahan karena alasan keamanan sementara yang lainnya dilarang di wilayah admninistratif.

“Beberapa hari lalu Israel mengizinkan masuknya lebih dari 10 ton paket pos yang selama ini tertahan di Yordania,” katanya kepada AFP.

Ghazawi mengatakan dibutuhkan waktu dua pekan untuk dapat memilah seluruh paket dan mengirimkannya kepada penerima.

Otoritas Israel mengkonfirmasi bahwa paket-paket telah dikirim dan mengatakan kesepakatan sedang dikerjakan, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Pengiriman surat dan paket itu diatur oleh Koordinator Aktivitas Pemerintah dalam Wilayah (COGAT), badan Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas koordinasi sipil di wilayah Palestina.

Langkah pelepasan surat dan paket tersebut diambil sebagai bagian membangun kepercayaan setelah dicapai kesepakatan pengiriman barang pos dengan otoritas Palestina sekitar setahun lalu.

“Kesepakatan tersebut belum diberlakukan untuk pengiriman di waktu mendatang dan sementara hanya memungkinkan pengiriman satu kali sebanyak sekitar 10 ton surat yang telah tertahan di Yordania,” kata badan tersebut dalam pernyataannya.

Israel mengendalikan semua jalur keluar masuk ke wilayah Palestina di Tepi Barat, termasuk dapat mencegah barang-barang yang masuk. Pihak otoritas Palestina mengatakan, kontrol tersebut telah melumpuhkan perekonomian serta merengut kebebasan bergerak warga Palestina.

China Bakal Buka Kamp Pelatihan Militer Di Afghanistan – Berlokasi di sebuah koridor sempit yang menghubungkan antara kedua negara. Pihak pemerintahan China telah memulai dalam pembanguanan Kamp pelatihan militer bagi para tentara yang berasal dari negara Afghanistan.

Baca juga: Marcus Sempat Gugup Ditinggal Kevin Saat Sedang Bertanding

Itu merupakan proyek yang sepenuhnya di biayai oleh Beijing demi membantu tetangganya itu dalam meningkatkan kemampuan untuk memberantas habis terorisme.

Setelah kamp pelatihan tersebut selesai di bangun, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) akan mengirim ratusan atau setidaknya satu batalion tentaranya ke Koridor Wakhan.

Koridor ini adalah sebuah wilayah sempit bermedan berat dan sulit diakses sepanjang 350 kilometer yang menghubungkan provinsi Badakhshan di wilayah utara Afghanistan ke wilayah Xinjiang, China.

Ini merupakan kali pertama dalam sejarah, China akan memiliki pasukan di Afghanistan yang dikenal sebagai “Kuburan Kekaisaran” karena sulit diperintah dan ditaklukkan.

Namun, negeri Asia Tengah yang masih diamuk perang ini menjadi penting bagi keamanan dalam negeri China selain masuk dalam rencana infrastruktur Jalan Sutra baru yang dicetuskan Presiden Xi Jinping.

Tahun lalu, China membuka basis militer luar negerinya yang pertama di Djibouti, Tanduk Afrika. Fasilitas ini disebut Beijing sebagai pos logistik militer untuk memasok kebutuhan kapal-kapal China yang bertugas dalam misi kemanusiaan di Samudera Hindia.

Sejumlah sumber kepada harian South China Morning Post mengatakan, PLA telah mengirim satu batalion tentara ke Djibouti.

ebagian besar tentara ini adalah para insinyur dan teknisi yang bekerja di dermaga serbaguna itu dengan sedikit pasukan tempur yang melakukan latihan perang.

Para sumber ini mengatakan, basis militer di Afghanistan akan memiliki peran berbeda dengan pangkalan di Djibouti, karena lokasinya yang dekat di Xinjiang.

Di mata Beijing, Xinjiang adalah sumber dari “tiga kekuatan” di balik serangkaian kekerasan di kawasan itu yaitu separatisme, terorisme, dan ekstremisme.

Salah seorang sumber mengatakan belum ada jadwal pasti pembukaan pangkalan PLA di Afghanistan itu. Namun, yang jelas rencana ini dianggap sebagai sebuah proyek mahal tetapi amat penting dan bermanfaat.

Satu Orang Tewas Setelah Terjadi Ledakan Bom Festival Di Filipina – Serangan terorisme nampaknya kini mulai mengancam Filipina setelah terjadinya serangan-serangan yang di lakukan oleh terorisme seperti peledakan bom. Hal tersebut di buktikan terjadinya sebuah ledakan saat para warga sedang asik merayakan festival di jalanan Filipina.

Baca juga:

Festival yang berlangsung pada hari Senin (28/8/2018) itu harus menelan satu korban jiwa yang meninggal dunia dan selebihnya sebanyak 30 orang mengalami luka-luka yang cukup serius.

Melansir dari SCMP, ledakan terjadi di depan sebuah restoran di jalan raya di Isulan, Provinsi Sultan Kudarat, Filipina selatan.

Ledakan diyakini berasal dari bom buatan yang disembunyikan di bawah sepeda motor. Menurut laporan pihak kepolisian, investigasi awal tengah dilakukan dan belum ada tersangka yang ditahan maupun pihak yang mengklaim bertanggung jawab.

Provinsi Sultan Kudarat itempat terjadinya insiden tersebut berada di Pulau Mindanao, pulau terbesar kedua Filipina yang sebagian wilayahnya telah dikuasai pemberontak Maois dan Islamis selama beberapa dekade.

Kondisi tersebut menimbulkan banyak tindakan bandit dan ekstremisme. Kawasan Mindanao telah berada dalam darurat militer hingga akhir tahun mendatang.

Laporan awal dari pihak kepolisian Provinsi Sultan Kudarat menyebutkan korban serangan bom tersebut adalah satu orang tewas, satu korban luka parah, dan 34 lainnya mengalami luka.

Demikian disampaikan kepala kepolisian provinsi, Noel Kinazo. Insiden ledakan bom kali ini terjadi sebulan setelah sebuah bom meledak di dalam sebuah van yang dihentikan saat berada di pos pemeriksaan militer di pulau Basilan.

Sebanyak 11 orang tewas akibat ledakan tersebut, termasuk empat warga sipil. Informasi terakhir yang diperoleh kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas teror bom tersebut, namun klaim itu diragukan pihak militer.

China Bakal Terus Lawan Perang Dagang AS – Pemerintahan pusat China telah memberikan pernyataan ke rana publik, jika mereka akan terus melawan Amerika Serikat (AS) jika mereka masih saja menerapkan lebih banyak dalam biaya impor.

Baca juga: Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Gadis 6 Tahun di Pakistan Ternyata Tetangganya Sendiri

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan China, Liu Kun. Menurut dia seperti dikutip dari BBC, Jumat (24/8/2018), China bakal merespon kebijakan AS yang ‘tak beralasan’ tersebut dengan tegas.

Pada Kamis (23/8/2018) waktu setempat, AS menerapkan gelombang kedua tarif impor terhadap produk-produk dari China dengan total nilai 16 miliar dollar AS. China pun langsung meresponnya.

Pembicaraan perdagangan selama dua hari antara AS dengan China gagal menghasilkan progres. Ketegangan perdagangan antara kedua negara saat ini membuat keduanya menerapkan 25 persen tarif impor dengan total nilai 50 miliar dollar AS.

AS pun mengancam China dengan gelombang ketiga tarif impor barang-barang dari Negeri Tirai Bambu tersebut dengan total nilai 200 miliar dollar AS. Kebijakan ini disebut mulai berlaku bulan depan.

Presiden AS Donald Trump pun menyatakan bisa saja pemerintahannya menerapkan tarif impor untuk seluruh barang dari China yang nilainya mencapai 500 miliar dollar AS.

“China tidak ingin terlibat dalam perang dagang, tapi kami akan sangat tegas merespon kebijakan tak beralasan yang dilakukan AS.

Jika AS bersikeras dengan kebijakan itu, kami akan mengambil langkah respon untuk melindungi kepentingan kami,” tegas Liu.

Dia mengatakan, sejauh ini dampak perang dagang terhadap ekonomi China masih belum signifikan. Namun, belanja pemerintah akan menjadi meningkat untuk mendukung para pekerja yang terdampak pada tarif impor.