Pemasok Sabu di Teluk Gong di Bekuk Polisi

Kasus Narkoba yang sempat ramai jadi perbincangan di Jakarta dan sempat diselidiki beberapa kali oleh Polisi terkait pemasokan barang oleh Kelompok Pemasok Sabu akhirnya menemukan titik terang dan para pengedar tersebut berhasil di bekuk polisi.

Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar jaringan pemasok sabu ke Kelompok Jambret Teluk Gong. Satu Orang berhasil diringkus. Sedangkan seorang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Tak cuma menangkap pelaku, petugas juga menyita 500 gram sabu.

Erick Frendriz  yang merupakan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP mengatakan, meringkus salah seorang jaringan tersebut. Dia adalah FJ ditangkap di Samala Hotel Jakarta Cengkareng, Jakarta Barat.

“Kami amankan FJ di hotel Samala kamar 512 pada hari kamis tanggal 19 juli 2018 sekitar jam 23.00 WIB,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/8).

Erick juga mengatakan, perburuan terhadap beberapa jaringan ini memang memakan waktu cukup lama. Polisi pun berulang kali mesti membuntuti pelaku ke luar Jakarta.

“FJ selalu berpindah-pindah. Pelaku pernah menginjak Kabupaten Garut dan Yogyakarta. Sebelum akhirnya tertangkap di Jakarta,” ujarnya.

Dan dari hasil penangkapan para pelaku beberapa barang berhasil ditemukan. Di tangan pelaku ditemukan 500 gram sabu. “Sabu disimpan di dua kotak susu dancow,” ujar dia.

Dan sekarang polisi tengah fokus memburu salah satu tawanan Pemasok Sabu tersebut. Pria berinisal AG adalah salah satu anggota dari jaringan tersebut yang masih buron atau dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).  Diduga jaringan tersebut mengedarkan narkoba sampai ke kelompok tenda orange yang merupakan kelompok jambret jakarta

“Pengakuan pelaku sabu didapat dari si AG (DPO),” tukas dia.

Tragis, Penemuan Seorang Mayat Pria Dengan Tusukan Disekujur Tubuhnya

Kasus pembunuhan kembali marak di Jakarta. Ditemukan seorang pria tewas ditikam di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (03/08/218) malam. Sampai saat ini korban yang belum jelas diketahui identitasnya tersebut, tewas dengan empat luka tusukan pada bagian perut dan dada.

Temuan mayat pria tersebut mengejutkan warga di sekitar tempat kejadian perkara. Akibatnya, warga dan pengguna jalan di sekitar berkerumun memadati jalanan di sekitar lokasi kejadian.

Petugas kepolisian dari Polsek dan Polres Jakarta Barat dikerahkan langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Tim identifikasi Polres Metro Jakarta Barat yang tiba di lokasi kejadian kemudian melakukan identifikasi terhadap mayat pria, yang belakangan diketahui bernama Agas, warga Tanah Pasir, Serang, Banten.

Selain menemukan beberapa tusukan yaitu empat luka tusuk di dada dan perutnya, juga ditemukan dua identitas yang berbeda di dalam sakunya. Tak jauh darinya, ditemukan dua unit ponsel pintar.

“Mayat seorang berusia 30-35 tahun, diduga merupakan korban aniaya saat ini motif dan modus sedang kami selidiki,” demikian keterangan Kepala Polisi Sekor Tambora Komisaris Polisi Iver Son Manossoh dikutip dari Antara, Sabtu (4/8).

Setelah jasad tersebut berhasil diidentifikasi dan dilakukan olah tempat kejadian perkara, petugas mengirim jasad tersebut ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta untuk dilakukan autopsi.

Hingga kasus ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Tambora dan pihaknya sedang meminta keterangan dari beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian, Tambora, Jakarta.

Otak Dari Kasus Penjambretan di Tangerang Adalah Bocah 15 Tahun

Polisi dan anggota Polsek Jatiuwung Tangerang berhasil membengkuk delapan penjambret spesialis ponsel setelah beraksi di puluhan lokasi wilayah Tangerang.

Kapolsek Jatiuwung, Kompol Eliantoro Jalmaf mengatakan motif dari para pelaku ini adalah mengincar pejalan kaki atau pengendara motor yang main ponsel saat di jalanan.

“Pelaku kami amankan di beberapa tempat berbeda, pengakuannya baru beraksi selama satu bulan, tapi masih kami dalami, karena diakui juga mereka sudah puluhan kali menjambret,” ujar Eliantoro, Kamis (9/8/2018).

Kompol Eliantoro Jalmaf juga mengatakan, penangkapan delapan jambret ini berawal ketika mendapati 4 pelaku yaitu CD, WM, HD dan YD, pada hari Selasa (7/8/2018) di Jalan Mortir II Perum Taman Gebang Raya Rt 04/006 Periuk Tangerang secara bersama-sama menjalankan aksinya.

Saat beraksi, keempat penjambret itu menghampiri seorang lelaki bernama Cecep Nugraha yang sedang memainkan HP di pinggir Jalan, kemudian para pelaku dengan mengendarai 2 sepeda motor menghampiri korban dan salah satu pemboncengnya merampas Hp Xiomi Redmi 3 miliknya.

“Sialnya, pelaku berinisial CD dan WM yang berboncengan terjatuh dari kendaraannya, sehingga pelaku WM tertangkap, sementara CD dan 2 rekannya HD dan YD berhasil melarikan diri,” terang Kapolsek.

Dari hasil penangkapan itu, anggota Unit Reskrim Polsek Jatiuwung pimpinan AKP Zazali Hariyono, melakukan pengejaran terhadap para pelaku lain, setelah pelaku WM memberikan keterangan di hadapan polisi.

“Ketiga pelaku CD, HD dan YD akhirnya berhasil diamankan. Kemudian kami kembangkan lagi, sampai mendapati 4 identitas pelaku lain yang sama-sama pejambret Hp,” ucapnya.

Selang beberapa waktu ketika menangkap CD, 4 orang rekanya juga berhasil ditangkap Polsek Jatiuwung, yang dalam aksinya selalu bersama sama yakni KV, RM, FR dan KR.

Saat diberikan sejumlah pertanyaan oleh  Kompol Eliantoro Jalmaf , dalam keterangannya, komplotan ini mengaku baru satu bulan dalam melancarkan aksinya di 22 tempat (TKP).

“13 kali di wilayah Jatiuwung, 2 kali di Karawaci, 1 kali di Neglasari, 1 kali di wilayah Cipondoh, 3 kali di Pasar Kemis, 1 kali Serpong dan 1 kali di Kelapa dua Tangsel,” cetus Kapolsek.

Dan menurut penyelidikan, aksi yang dilakukan para remaja ini salah satu anggota nya yang bernama CD, masih dibawah umur (15 tahun) dan dia merupakan otak kejahatan dari semua aksi yang dilakukan 8 orang ini.

Kapolsek yang didampingi Kasubbag Humas Kompol Abdul Rachim dan Kanit Reskrim AKP Zazali H, mengatakaan saat ini ke delapan pelaku bersama beberapa barang bukti 4 unit sepeda motor milik para pelaku, kini diamankan di Mapolsek guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dan dari kejadian ini, para pelaku dijerat dengan pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 huruf ke 1 dan 2 dengan ancaman 12 tahun penjara.

Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Gadis 6 Tahun di Pakistan Ternyata Tetangganya Sendiri

Kasus mengenai gadis Pakistan yang diperkosa kemudian dibunuh itu sudah menemui titik terang. Polisi Pakistan akhirnya menangkap pelaku pembunuhan berantai yang kejam memperkosa seorang gadis dan setelah itu dibunuh. Kisah tragis itu dialami oleh Zainab Fatima Ameen (6 tahun) di Kasur, Pakistan.

Akibat kasus pembunuhan Zainab ini malah memicu kerusuhan di Pakistan. Masyarakat mengepung dan menuduh polisi tidak bertindak apapun dalam kasus ini. Mereka juga membakar rumah politisi.

Dan setelah terungkap, Kepala Menteri Provinsi Punjab, Shahbaz Sharif mengatakan bahwa sudah membengkuk pelaku tersebut. Dan pelaku tersebut bernama Imran Ali yang ditangkap di Kasur.

“Pembunuh Zainab telah ditangkap, namanya Imran, dia berusia 24 tahun dan merupakan penduduk Kasur, dia adalah seorang pembunuh berantai,” kata Sharif, dilansir dari laman Al Arabya, Kamis (25/1).

Dan setelah diselidiki, ternyata Imran Ali adalah pelaku sekaligus tetangga yang tinggal disebelah rumah Zainab. Sharif menambahkan pencarian pelaku dilakukan dengan cara tes DNA oleh pihak kepolisian setelah pembunuhan terjadi.

Setelah melakukan Tes DNA kepada 1.150 orang, akhirnya DNA Ali yang dinyatakan 100& paling sesuai dengan bukti-bukti yang ditemukan di TKP, Pakistan.

“Lalu melakukan tes poligraf. Pelaku mengakui semua kesalahan yang dia lakukan. Kami memiliki rekaman video tersebut,” kata Sharif.

Tak sampai disitu saja, Polisi juga menyimpulkan beberapa sample DNA dan menghubungkan pada enam dari 12 orang jkorban Ali, selain Zainab.

Sebelumnya, Imran Ali pernah ditangkap oleh pihak kepolisian saat kasus pemerkosaan dan pembunuhan ini rama, berikut ungkap salah seorang kepolisian. Namun Ali dilepaskan kembali karena mengaku tidak terlibat.

“Terdakwa ditangkap sebagai tersangka dalam serangan dari pintu ke pintu. Lalu dia kabur menuju kota lain selama beberapa hari tanpa mengetahui kalau dia sedang diawasi,” kata pihak kepolisian.

Setelah melewati beberapa penyelidikan polisi, Kasus pembunuhan Zainab ini akhirnya terungkap melalui rekaman CCTV yang memperlihatkan Zainab dijemput oleh seorang pria tak dikenal. Video ini dosebut ada di televise Pakistan.

Kasus pelecehan seksual di Kasur, Pakistan ini sudah sangat terkenal dan selalu menjadi perbincangan hangat di Pakistan. Polisi juga menemukan beberapa komplotan pefofilia yang besar ditahun 2015.

Dan akhirnya sekitar 280 anak mengalami pelecehan seksual di depan kamera, dan pelaku kemudian memeras keluarga korban, dan mengancam menyebarkan rekaman tersebut.

Tragis, Seorang Pria Lompat Dari Gedung Hingga Tewas di Mangga Dua

Mengakhiri kisah hidup dengan cara yang tak pantas, seorang pria ditemukan tewas mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai gedung Mangga Dua, Jakarta.

Pria tersebut bernama Sepi Ernam (31 tahun) yang ditemukan tewas diparkiran Basement Mangga Dua Square. Diduga Ernam tewas karena lompat dari lantai P1.

“Iya, dari hasil olah TKP didapati 1 sandal milik korban berada di Parkiran P1 dan diduga korban melompat dari lantai P1,” ujar Kapolsek Pademangan Kompol Sri Suhartatik ketika dikonfirmasi, Rabu (8/8/2018).

Mayat pria tersebut ditemukan di Ram 7 turunan mengarah Parkiran Basement 2 Mangga Dua Square, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pukul 12.15 WIB.

Namun dari hasil pemeriksaan terhadap orang tua korban, Sapri Enam dinyatakan mengalami gangguan jiwa, ungkap Kapolsek Sri Suhartatik. Hal itu dibuktikan dengan adanya surat bukti berobat ke RS Suren Sawit.

“Korban diduga menderita sakit gangguan kejiwaan dan sering berhalusinasi dikuatkan dengan bukti surat berobat ke RSUD Duren Sawit,” ucapnya.

Sri juga mengatakan bahwa kisah terdahulu korban juga pernah melakukan pencobaan bunuh diri dirumahnya, namun usaha dan niat kotor yang dilakukan berhasil digagalkan keluarga.

“Dari hasil pemeriksaan, orang tua korban memberikan keterangan bahwa sebelumnya korban pernah melakukan percobaan bunuh diri di rumahnya di Tanjung Priok, di mana korban lompat dari lantai 2 namun bisa diselamatkan,” jelasnya.

Dampak gangguan jiwa yang dialami semakin memburuk, korban juga sempat membakar sepeda motor milik orangtuanya. Hingga saat ini tim masih menyelidiki korban ya ng berada di RSCM untuk pemeriksaan lebih lanjut.