Dikarenakan Angin Putih Beliung, Seluruh Pasien Rumah sakit Dievakuasi – Bencana alam berupa angin putih beliung kini melanda Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kota Ruteng. Kejadian yang terjadi pada hari Selasa, 11 September 2018 mengakibatkan atap Rumah Sakit Umum Dr. Ben Mboi rusak parah. Dengan begitu, takut para pasien terluka, pihak rumah sakit terpaksa harus mengevakuasi pasien.

Baca juga: Fakta Kecelakaan Bus Renggut Nyawa 21 Orang di Sukabumi

Sedikitnya dua unit ruang rawat mengalami kerusakan parah pada bagian atap akibat puting beliung yakni ruang Melati dan Ruang Teratai. Sejumlah atap seng bahkan sempat diterbangkan oleh angin dan jatuh menimpa bangunan lain di dalam area rumah sakit.

Dari pantuan, di tengah kepanikan, perawat sibuk memindahkan pasien yang sedang dirawat di lorong-lorong ruang Melati dan Teratai ke ruangan yang lebih aman seperti ruang VIP dan Kelas I.

Direktur Rumah Sakit Dr Ben Mboi, dr Elisabeth Frida Adur yang ikut mengevakuasi pasien menuturkan, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 09.30 WITA. Demi keselamatan, pasien terpaksa harus dipindahkan ke ruang yang tidak terkena dampak.

“Saya kebetulan ada di ruangan saya dan petugas menelepon atap ruang Melati dan Teratai rusak. Saya langsung cek dan mendapati petugas pada berhamburan keluar ruangan. Seng-seng yang diterbang angin ada yang jatuh di atas bangunan lain untung tidak kena orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kejadian tersebut telah dilaporkan ke Bupati Deno Kamelus. Dihubungi terpisah, Bupati Manggarai Deno Kamelus mengatakan, ia telah berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk segera turun ke RSUD DR Ben Mboi untuk mengecek pasien dan kerusakan rumah sakit tersebut.

Deno Kamelus yang ketika dihubungi mengaku sedang berada di Kupang juga telah memerintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Manggarai untuk segera memperbaiki atap dua ruang rawat yang telah rusak.

“Saya sudah kasih tahu Asisten III dan Kepala BPBD untuk segera ke rumah sakit cek kondisi di sana. Pastikan dulu seluruh pasien yang dirawat di Teratai dan Melati aman. Jika memang kondisinya tidak memungkinkan, seluruh pasien sebaiknya dievakuasi ke ruangan lain karena ada laporan masih terjadi angin kencang di Manggarai,” kata Bupati Deno.

Menurutnya, bila kerusakan itu bisa diperbaiki hari ini juga akan lebih baik agar pelayanan medis bisa segera kembali normal.

Kerusakan Mencapai 10 Triliun Akibat Gempa Di Lombok -Bencana alam gempa bumi yang terjadi di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat yang terjadi di bulan Agustus sampai awal bulan September 2018 itu tentunya menjadi bencana yang merugikan warga. Menurut dari catatan pemerintah, total kerugian dari kerusakan akibat gempa yang berlangsung dari 29 Agustus hingga 9 September 2018 mencapai Rp 10 triliun.

Baca juga: Demokrat Restui Ada Gubernur Kadernya Dukung Jokowi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan total kerusakan per 5 September 2018 tersebut diakumulasi dari tujuh wilayah, yakni Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah.

“Lombok Utara jumlah kerusakan mencapai Rp 3,1 triliun, Lombok Timur Rp 607 miliar, Sumbawa Barat Rp 689 miliar, Sumbawa Rp 379 miliar. Lalu, ada Mataram Rp 750 miliar, Mataram Rp 3,59 triliun dan Lombok Tengah Rp 929 miliar,” papar dia di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2018).

“Jadi total nilai kerusakan mencapai Rp 10 triliun. Lalu jumlah kerugian sekitar 2 triliun, dan membutuhkan dana sekitar 8 triliun,” imbuh dia.

Lebih lanjut, ia memaparkan gempa yang terjadi sepanjang 29 Agustus hingga 9 September kemarin mencapai 2.036 kejadian. Dari kejadian tersebut, korban meninggal dunia mencapai 564 jiwa dan korban luka sebanyak 1.584 jiwa.

Selain itu, rumah rusak berat ada sebanyak 167.961 unit. Pemerintah pun menyalurkan dana pemulihan sebanyak Rp 50 juta per unit untuk pembenahan.

“Sebanyak 214 infrastruktur terdampak. Persentase kerusakan 8% jembatan, paling besar 44% adalah spam ipal irigasi,” ungkap dia.

Untuk itu, pemerintah giat memberikan bantuan dengan menurunkan 3.000 personel dari berbagai kementerian dan lembaga untuk kembali membenahi daerah yang terkena dampak gempa

Bangunan Berkonstruksi Sarang Laba-laba Aman Dari Gempa – Gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat tentunya menjadi bencana yang merugikan banyak para warga. Mengapa tidak, banyak sekali bangunan-bangunan rumah yang roboh akibat terjadinya gempa. Namun, ada beberapa rumah yang masih tetap aman karena menggunakan fondasi dan konstruksi sarang laba-laba pada rumah yang di tempati.

Baca juga: Selama Asian Games 2018, Para Pedagang Stiker Untung Sampai Jutaan Rupiah

Hal itu di sampaikan oleh ahli struktur, Ir Moch. Arif Toto R, M-Eng, A-UT, yang diberi tugas melaksanakan penaksiran (assessment) terhadap bangunan yang menggunakan konstruksi sarang laba-laba di Lombok.

“Bahkan, kami harus melakukan reassessment (beberapa kali penaksiran), mengingat gempa di NTB terjadi beberapa kali. Namun, sejauh ini bangunan dengan konstruksi sarang laba-laba tidak mengalami kerusakan struktur,” kata Toto, yang juga menjabat sebagai ketua II Komisariat Daerah Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia DI Yogyakarta, seperti dikutip dari keterangannya, Minggu 2 September 2018.

Menurut Toto, berbeda dengan gempa di Yogyakarta beberapa waktu lalu, gempa di Lombok ini terdapat empat sumber gempa yang berbeda. Ada yang gerakannya horizontal, tetapi ada juga yang vertikal.

“Jadi, guncangannya selain horizontal juga vertikal, yang merusak itu vertikal ditambah akselerasi. Terutama, pada elemen-elemen arsitektural seperti penggunaan atap bangunan bermaterial berat seperti genteng yang saat terjadi gempa jatuh menimpa plafon,” ujar dia.

“Seperti di rumah sakit umum provinsi di Mataram, yang menggunakan konstruksi sarang laba-laba. Bangunan tidak mengalami kerusakan yang berarti, meski berkali-kali diguncang gempa,” kata Toto, yang melakukan assessment bersama Dinas Cipta Karya Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Sifat dan karakter konstruksi sarang laba-laba yang kaku dan stabil, serta responsif membuat bangunan di atasnya tidak mengalami kerusakan struktur, meskipun diguncang gempa beberapa kali,” tambah Toto.

Ungkap Toto, karakter konstruksi seperti ini akan mengikat bangunan di atasnya saat terjadi gempa, sehingga ini yang membuatnya tidak mengalami kerusakan. Toto mengatakan, penggunaan konstruksi tahan gempa seperti konstruksi sarang laba-laba, seharusnya diwajibkan untuk bangunan fasilitas publik, seperti rumah sakit untuk daerah-daerah, contohnya di Nusa Tenggara Barat.

“Kerusakan yang saya lihat, sifatnya non struktural seperti genteng jatuh dan dinding retak,” ujar dia.

Gedung lain yang tidak mengalami kerusakan adalah Balai Kesehatan Mata Provinsi di Lombok, dan gedung Balai Kepegawaian Daerah, karena bangunan tua peninggalan Belanda, yang menggunakan satu batu yang sangat tebal sebagai dinding. Toto merekomendasikan, untuk bangunan di daerah rawan gempa, sebaiknya selain ditunjang fondasi anti gempa juga menggunakan atap ringan.

Toto mengatakan, proses assessment merupakan forensik bangunan untuk nantinya dikeluarkan rekomendasi laik fungsi atau tidak. Kalau tidak laik, berarti ada tindak lanjut apakah cukup diperkuat atau harus diganti, sedangkan yang laik fungsi segera diterbitkan sertifikat laik fungsi.

Bangunan lain yang juga tidak mengalami kerusakan, karena menggunakan konstruksi sarang laba-laba adalah gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kantor Perwakilan NTB di Mataram.

“Saya dilaporkan, ternyata tidak ada kerusakan struktur, hanya kaca-kacanya ada yang pecah,” kata mantan Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Biro Umum BPKP, Tri Winarno, selaku perwakilan pemilik bangunan saat itu.

Tri yang kini bertugas di Papua mengatakan, pemilihan konstruksi sarang laba-laba saat itu sangat tepat dari hasil rekomendasi Dinas PU Provinsi NTB Subdin Cipta Karya, serta dari konsultan perencana.

Berdasarkan survei ditambah data-data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) setempat, maka diputuskan untuk menggunakan konstruksi tahan gempa, dalam hal ini konstruksi sarang laba-laba yang merupakan karya anak bangsa.

“Pembangunan saat itu membutuhkan waktu dua tahun, karena menyesuaikan dengan plafon anggaran Kementerian Keuangan. Kemudian, untuk percepatan pekerjaan saat itu dibagi dua segmen atas dan bawah, sehingga lebih efisien dari segi waktu dan biaya,” ujar Tri.

Lebih jauh, tenaga ahli pemasaran PT Katama selaku pemegang paten Perbaikan Konstruksi Sarang Laba-laba, Agus B. Sutopo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mempercayakan penggunaan konstruksi sarang laba-laba untuk bangunan, khususnya di daerah rawan gempa.

“Bahkan, perkembangan saat ini, untuk pengembangan teknologi konstruksi sarang laba-laba yang telah teruji beberapa kali terhadap guncangan gempa menarik perhatian dari pihak asing dan telah dijadikan bahan disertasi di Universite de Technologie de Compiegne (UTC) Prancis,” ujar Agus.

Gempa Susulan Lombok, Sementara Korban Meninggal Bertambah Jadi 131 Orang

Suka mendalam pasca bencana yang dialami Lombok sampai saat ini masih terus bergulir. Saat ini jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Lombok bertambah dengan total 131 orang. Sedangkan untuk korban luka dan masih dalam penanganan ada 1.477 orang.

“Sampai hari ini jumlah korban meninggal dunia 131 orang,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (8/8/2018).

Untuk total wilayah yang tersebar korban meninggal ini yakni 78 orang di Lombok Utara, 24 orang di Lombok Barat, 19 orang di Lombok Timur. Kemudian 6 orang di Mataram, 2 orang di Lombok Tengah dan 2 orang di Denpasar.

Sementara itu jumlah pengungsi akibat gempa Lombok berkekuatan 7 SR pada Minggu (5/8) mencapai 165.003 jiwa.

“42.239 rumah rusak dan 458 unit sekolah rusak,” sebutnya.

Sutopo mengatakan masa tanggap darurat di NTB hingga 11 Agustus. BNPB diperkirakan akan memperpanjang masa tanggap darurat.

Baca juga : Pencarian Para Korban Lombok Yang Tertimpa Reruntuhan

Dan sangat disedihkan Gempa Bumi kembali mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gempa yang mengguncang dengan kekuatan 4,9 skala Richter (SR).

Berita tersebut dapat informasi dari Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), gempa itu terjadi pada hari ini, Rabu (08/08/2018) pada pukul 09.10 WITA.

“Gempa Mag:4.9, 08/08/2018 09:10:54 (Pusat gempa di laut 14 km BaratLaut Lombok Utara),” tulis BMKG.

Dan ketika ditelusuri kedalaman gempa 12 kilometer. Gempa susulan ini juga dirasakan para warga hingga Mataram.

“Kedlmn:12 Km Dirasakan (MMI) III-IV Mataram, II Karangasem,” tulis info BMKG.

Sandiaga Uno Berbelangsungkawa dan Akan Menyumbang Untuk Korban Lombok Melalui Pemprov DKI

Sandiaga Uno yang merupakan Wakit Gubernur DKI mengatakan akan bertindak pada korban Gempa di Lombok. Sandiaga akan  meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberi bantuan untuk korban gempa Lombok.

Ia berencana memberikan bantuan tersebut yang akan disalurkan lewat satuan kerja prangkat daerah (SKPD) dan lembaga zakat DKI, Bazis.

“Kami sekarang lagi berkoordinasi sama Bazis DKI dan juga dengan teman-teman di dinas apa saja,” kata Sandiaga di Balai Kota, Senin (6/8/2018).

Menurut Sandiaga, sebelum mengerahkan bantuan, pihaknya akan mendata kebutuhan para korban. Ia akan memberi tugas SKPD terkait untuk mengatur pengerahan bantuan.

“Kebetulan banyak orang Lombok juga ya di Pemprov DKI untuk mendata ini semua dan kita siap memberikan bantuan,” ujar Sandiaga.

Sandiaga juga mengatakan ketika Gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat ada beberapa teman saya yang sedang berlibur disana dan sekarang terjebak.

“Ada beberapa teman saya terisolasi atau stranded di beberapa tempat wisata di sana,” kata Sandiaga di Balai Kota, Senin (6/8/2018).

Selain itu, Sandiaga dikabari teman-temannya dari Malaysia dan Singapura bahwa ada keluarganya yang sedang berlibur di Gili Trawangan. Ia menyebut sambungan telekomunikasi di sana terputus.

“Saya sudah menghubungi Pak Gubernur NTB dan juga Pak Gubernur terpilih Pak Zul. Jaringan telepon di beberapa daerah juga tidak berfungsi,” ujar Sandiaga.

Sandiaga pun merasakan duka yang sangat mendalam dan ia menyampaikan belasungkawa sedalamnya kepada warga NTB yang terdampak bencana ini.

“Saya mengucapkan belasungkawa yang sangat mendalam atas nama Pemprov DKI dan bersimpati dan berdoa kepada Allah SWT,” kata Sandiaga.

Seperti diketahui, gempa bumi bermagnitudo 7,0 terjadi pada Minggu pukul 19.46 Wita. Diperkirakan korban terus bertambah dan jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan. Apalagi terdapat dua kali gempa susulan yang berskala rendah.

Hingga berita ini diturunkan, korban bencana lombok yang meninggal tercatat 91 orang yang meninggal dan 209 korban luka-luka. Banyak juga bangunan dan rumah yang runtuh akibat gempa tersebut.

  • 1
  • 2