DetikNews

Usai Cerai, Sule Merasa Kesepian? – Komedia ternama asal Indonesia, Sule akhirnya telah resmi dengan mantan Istri Lina. Percerainan Sule dan sang istri yang bakal diputus 20 September mendatang masih mensiratkan bahwa Sule tak ingin bercerai dari Lina. Lantas apakah Sule merasa kesepian setelah ia telah bercerai dengan Lina?

Baca juga: Akibat Badai Tropis Gordon, Ribuan Rumah Menjadi Gelap Gulita

“Kang Sule kan ada anak-anaknya empat,” kata Pengacara Sule Bahyuni Zaili saat ditanya apakah Sule kesepian jauh dari Lina di Pengadilan Agama Kelas 1A Cimahi, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (6/9/2018).

Menurutnya, diluar kesibukannya sebagai host di salah satu stasiun televisi, Sule merasa terhibur dengan kehadiran keempat anaknya itu. Saat disinggung terkait berpengaruh atau tidaknya keberlangsungan karier Sule saat jauh dari istrinya. Bahyuni berujar, bila hal tersebut manusiawi.

“Ya manusiawi, kalau ada pengaruh. Tapi beliau berusaha untuk menjalankan profesinya dengan baik,” ungkapnya.

Dalam keseharianya mengurusi keempat anaknya, Sule sudah merasa nyaman membesarkan anak-anaknya itu.

“Beliau enjoy saja, merasa itu ibadah yang dilakukan. Tidak keberatan, tapi beliau semaksimal mungkin mengasuh dan mendidik anak-anak dengan baik,” paparnya.

Sule kerap curhat kepada Bahyuni, bahkan tak jarang Sule mencucurkan air matanya saat membicarakan nasib rumah tangganya.

“Semua orang pasti begitu. Kalau laki sedih bisa menangis, saat dia bergembira orang juga bisa menangis untuk meluapkan kegembiraannya,” tegasnya.

“Yang membuat ia kuat, anak-anak semua medukung Kang Sule dan faktanya empat-empatnya ada di bawah pengasuhan Kang Sule,” pungkasnya.

Ruhut: Calon Istri Ahok Cantik Kayak Bintang Sinetron – Setelah bercerai dengan sang istri, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau disapa Ahok akan segera menikahi seorang polwan yang masih berusia 21 tahun. Ternyata sosok calon istri yang akan mendampinginya itu kini mulai terungkap. Menurut Ruhut Sitompul, Politikus PDIP mengungkapkan calon istri Ahok memiliki paras cantik bak bintang sinetron.

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Dukung Jokowi Di Pilpres 2019

“Cantik aku lihat. Kan aku dikasih lihat fotonya sama Pak Pras. Cantik kayak bintang sinetron pokoknya,” kata Ruhut, Kamis (6/9/2018).

Ruhut mengaku mendapat informasi bahwa calon istri Ahok yang berinisial P itu berasal dari Sunda, beda keterangan dengan Prasetio Edi, yang menyatakan perempuan tersebut berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Ahok juga disebut-sebut akan melangsungkan pernikahan dengan P, yang masih berusia 21 tahun, setelah dirinya keluar dari penjara.

Sosok P diungkap oleh Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi, yang juga merupakan sahabat Ahok. Prasetio tidak mengetahui pasti kapan pertama kali Ahok kenal P, yang merupakan eks ajudan Vero, mantan istri Ahok. Pras mengatakan wanita tersebut masih berusia 21 tahun.

“Kalau mau married, iya. Ya, sebagai manusia, ya normal-lah, dia kan sudah inkrah tidak punya istri. Kalau dia punya pacar, kan wajar-wajar saja. Kecuali kalau dia punya pacar laki-laki, ya nggak wajar. Ini kan perempuan, calon istri ya wajarlah,” kata Pras di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018).

“Kalau kenal sih saya nggak ngerti ya sudah kenal dari berapa lama. Itu kan juga mantan ajudan Bu Vero. Tapi keputusan dia. Dia kan bukan model-model selingkuh-selingkuh gitu, kan nggak. (Dia) orang Jawa, orang Nganjuk. Umurnya 21 tahun. Dinasnya sekarang di Polda,” kata Pras

Wakapolri: Kalau Polri Tidak Netral, Bubar Negara Ini – Saat ini semakin ramai pula aksi kampanye #2019GantiPresiden yang terjadi di berbagai daerah yanga ada di Indonesia. Dengan begitu, pastinya pun pihak kepolisian terus berusaha untuk melarang kampanye yang tak wajar itu. Namun, pihak kepolisian kini jadi bulan-bulanan karena dianggap bertindak represif hanya dengan satu pihak. Sementara di pihak lain, polisi tidak melakukan tindakan serupa, bahkan cenderung permisif.

Baca juga: Jokowi Harus Naikkan Harga BBM, Apa Penyebabnya?

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto menegaskan, polisi berusaha hadir di tengah situasi tersebut dan menyesuaikan kondisi, meskipun dianggap represif.

“Secara umum dipandang ketika situasi itu perlu ada kehadiran polisi, maka polisi itu akan hadir. Hadir itu harus berbuat apa? Tentu harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Jadi kalau bicara represif memang ada tindakan represif, tapi bukan berarti keliru,” kata Ari Dono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 September 2018.

Ari Dono menegaskan Polri hanya mengamankan secara umum situasi di lapangan. Ari Dono menjamin Kepolisian tidak memihak kepada satu kelompok politik tertentu. “Hukumnya wajib, kalau Polri harus netral itu wajib netral. Kalau kami enggak netral, bubar negara ini,” ujar Ari Dono.

Dia menjelaskan Polri harus menciptakan satu situasi yang tenteram dan tertib di masyarakat. Mantan Kabareskrim Polri ini juga berharap masyarakat bisa memahami itu.

“Itulah yang kita harapkan sekarang, semua warga untuk menyongsong pesta demokrasi ini kita bawa dengan kepala dingin, tentunya dengan segala sesuatunya yang sama-sama nyaman,” kata Ari Dono.

Sebelumnya, sempat ramai diberitakan tokoh-tokoh gerakan tagar 2019GantiPresiden mendapat penolakan di berbagai daerah Tanah Air. Tokoh-tokoh gerakan ini seperti Neno Warisman dan Ahmad Dhani mendapat penolakan ketika berada di Pekanbaru dan Surabaya Jawa Timur.

Meski Dolar AS Jinak, Pemerintah Masih Punya PR – Setelah naiknya mata uang Amerika Serikat, Dolar. Siang ini mata uang Amerika Serikat itu berhasil kembali jinak dan telah turun di bawah level yaitu, Rp 14.900. Menurut Direktur for Investment Strategy PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat salah satu faktor penguatan rupiah adalah keputusan pemerintah menaikkan pajak impor terhadap 1.147 komoditas. Selama ini yang membuat investor asing menarik diri memang melebarnya defisit transaksi berjalan.

Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Tewasnya Bintara Yang Dianiaya Oleh Seniornya

“Jadi pemerintah harus memberikan sinyal perbaikan,” tuturnya di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Budi menilai, penguatan rupiah bisa saja berlanjut dan kembali ke level Rp 14.500 di akhir tahun. Namun ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah yakni menurunkan defisit transaksi berjalan.

Pada 2017 defisit transaksi berjalan sebesar US$ 17,53 miliar atau 1,73% dari PDB. Sementara pada semester I-2018 defisit transaksi berjalan juga sudah mencapai US$ 13,7 miliar, hingga akhir tahun diperkirakan mencapai US$ 25 miliar.

Menurut Budi, dolar AS bisa mencapai Rp 14.500, jika defisit transaksi berjalan itu turun 40% dari tahun lalu.

“Menurut modal kita kalau misalnya pemerimtah bisa ngerem CAD 40% itu mungkin bisa balik lagi ke Rp 14.500. Penguatan dolar AS tidak bisa kita lawan, itu eksternal. Tapi masalah kita itu current account deficit (CAD) itu kombinasinya di ekspor dan bagaimana menekan impor,” tambahnya.

Meski begitu, Budi yakin Sri Mulyani Cs bisa menyelesaikan pekerjaan rumah itu. Buktinya sudah ada upaya dengan menaikkan pajak impor terhadap 1.147 komoditas. Selain itu, dari sisi masyarakat, harus ada edukasi untuk mau berinvestasi di pasar uang, seperti surat berharga negara. Dengan begitu tekanan terhadap keluarnya dana asing bisa terbendung.

Turis Asing di Yogyakarta Bakal Banyak Belanja Saat Dolar AS Naik – Semakin naiknya nilai tukar mata uang Amerika Serikat (AS) dolar terhadap mata uang Indonesia, rupiah. Hal tersebut di yakinkan bakal menarik para wisatawan asing menuju ke Indonesia. Khususnya di daerah Yogyakarta.

Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Rupiah Tembus Rp 14.897 Perdolar

Alasannya para wisman bakal lebih banyak mengantongi rupiah setelah ditukar dolar AS, dan mereka bisa lebih banyak belanja di Indonesia.

“Kalau dia membawa dolar, otomatis yang awalnya bisa beli lima (barang) menjadi bisa beli tujuh, atau lima plus dua dalam wujud yang lain menjadi bisa,” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta, Kamis (6/9/2018).

“Jadi memang secara psikologis, dalam praktis itu juga memang demikian. Iya (mempengaruhi daya tarik berkunjung), daya belinya kan berbeda,” lanjut Aris.

Menurutnya, wisman yang akan berkunjung ke Indonesia dengan membawa dolar otomatis daya belinya meningkat. Faktor tersebut, lanjutnya, terkadang menjadi salah satu pertimbangan wisman untuk mengunjungi Indonesia.

“Bagi orang-orang yang mempunyai banyak dolar, orang asing yang ke Indonesia atau ke Yogyakarta itu mereka bisa varian (barang) yang dibeli menjadi lebih banyak. Kalau membawa uang berupa dolar,” tuturnya.

“Jadi harapannya bisa menambah spending money-nya. Karena spending money-nya bisa bertambah kemudian multiplier maupun effect yang lainnya itu menjadi merembes ke bawah. Trickle down effect-nya menjadi lebih bagus,” lanjutnya.

Sementara terkait jumlah kunjungan wisman ke Yogyakarta, kata Aris, jumlahnya selalu naik setiap tahunnya. Hal tersebut, menurutnya menjadi kabar baik bagi para pelaku pariwisata.

“Jadi wisatawan mancanegara itu dari 2016 ke 2017 naik 12 persen. Jumlahnya 397.951 (wisman) di tahun 2017, di tahun 2016 itu sekitar 355.313 (wisman). Tahun ini targetnya kita naikkan 450 ribuan,” terangnya.

“Komposisinya untuk tahun 2017 ini masih dari Belanda sekitar 13 persen, terus Malaysia 13 persen, kemudian Singapura 10 persen, terus Jepang 6 persen, terus Prancis. China itu hanya di urutan kesepuluh, 3 persen,” tutupnya.