DetikNews

Kelompok Teroris Sebarkan Radikalisme Melalui Sosial Media

Detik News – Kelompok Teroris menyebarkan paham radikalisme melalui social media seperti Facebook dan Telegram. Ini merupakan hasil dari penelitian pengamat terorisme Universitas Indonesia, Solahudin.

“Sosial media penting kalau bicara tentang radikalisasi, itu punya peran yang signifikan,” jelasnya dalam diskusi bertema ‘Cegah dan Perangi Teroris‘ yang diselenggarakan Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (16/5).

Pola penggunaan media sosial oleh kelompok ekstremis ini tak hanya di Indonesia, tapi dunia. Ia menyampaikan saat kerusuhan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pekan lalu narapidana teroris juga sempat menyiarkan aksinya secara live melalui Instagram dan media resmi ISIS, Amaq juga mengeluarkan video tentang kerusuhan tersebut.

Solahudin mengatakan, kelompok ISIS di Indonesia membuat chanel Telegram. Pada 2017, ada 60 chanel Telegram berbahasa Indonesia dan lebih dari 30 forum diskusi berbahasa Indonesia dibuat kelompok ISIS di Indonesia. Jumlah berita atau pesan kekerasan yang didistribusikan dalam sehari 80 sampai 150 pesan.

“Kalau jumlah chanel sosial media lebih dari 60 dan pesannya 10 per hari artinya dalam waktu 24 jam disebarkan berapa ribu pesan-pesan kekerasan. Intensifnya orang terpapar dengan pesan kekerasan membuat proses radikalisasi berlari lebih kencang,” jelasnya.

Pada 2017, Solahudin mewawancarai 75 terpidana teroris. Dalam wawancara itu menanyakan sejak kapan yang bersangkutan terpapar paham radikal dan kapan mulai melakukan aksi teror. Hasilnya 85 persen narapidana teroris melakukan aksi teror setelah kurang dari setahun mengenal paham radikal.

“Jadi antara nol sampai satu tahun. Kemudian saya coba bandingkan dan profiling narapidana teroris yang terlibat teror 2002 sampai 2012 ketika zaman media sosial belum marak, mereka mulai terpapar (paham radikal) sampai terlibat aksi teror itu butuh waktu 5 sampai 10 tahun,” papar Solahudin.

Ia juga menyebut semua narapidana teroris di Indonesia sudah memiliki akun media sosial. “Dan saya simpulkan elemen yang mempercepat proses radikalisasi itu terkait sosial media,” tegasnya.

Pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem Di Hadiri 32 Negara

Detik News – Amerika Serikat telah resmi memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Ivanka Trump didampingi Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin saat meresmikan Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem.

Pada hari senin 14 Mei 2018, Ivanka Trump memberikan sambutan saat peresmian Kedutaan Besar di Amerika di Yerusalem. Anak perempuan Donald Trump itu mengatakan sangat gembira berada di Yerusalem yang telah di akui AS sebagai ibu kota Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Penasihat Gedung Putih Jared Kushner dan Ivanka Trump serta Presiden Israel Reuven Rivlin bertepuk tangan saat peresmian Kedutaan Besar AS di Yerusalem.

Selain dihadiri sejumlah delegasi AS, beberapa perwakilan dari negara lain juga turut menghadirinya.

“Ada 86 negara dengan misi diplomatik di Israel yang diundang ke acara pembukaan kedutaan. Sebanyak 32 perwakilan telah mengonfirmasi hadir,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel, dikutip dari laman Aljazeera, Selasa (15/5).

Negara-negara tersebut adalah yang mendukung pengakuan Presiden Donald Trump soal Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Berikut ini adalah rincian negara-negara yang menghadiri upacara pembukaan kedutaan tersebut:

  1. Albania
  2. Angola
  3. Austria
  4. Kamerun
  5. Republik Kongo
  6. Republik Demokratik Kongo
  7. Pantai Gading
  8. Republik Ceko
  9. Republik Dominika
  10. El Salvador
  11. Ethiopia
  12. Georgia
  13. Guatemala
  14. Honduras
  15. Hungaria
  16. Kenya
  17. Myanmar
  18. Republik Makedonia Yugoslavia (bekas)
  19. Panama
  20. Peru
  21. Filipina
  22. Rumania
  23. Rwanda
  24. Serbia
  25. Sudan Selatan
  26. Thailand
  27. Ukraina
  28. Vietnam
  29. Paraguay
  30. Tanzania
  31. Zambia
  32. Amerika Serikat

Komedian Gogon Srimulat Tutup Usia di Usia 58 Tahun

Dunia selebriti Tanah Air  kembali berduka dengan berpulangnya salah satu comedian yang memenuhi panggung jagat hiburan.  Salah satu anggota grup pelawak Srimulat, Gogon atau Margono meninggal dunia. Komedian yang memiliki model rambut yang khas dengan jambul di atas kepala ini diketahui menghembuskan nafas terakhir di usia 58 tahun.

Kabar meninggalnya Gogon datang dari pesan berantai yang beredar. Diketahui, almarhum meninggal dunia usai dilarikan ke RS Kota Bumi, Lampung pada Selasa (15/5) pukul 05.00 WIB. Menurut kabar, penyebab meninggalnya Gogon karena terkena serangan jantung. Hal ini diperkuat dengan pengakuan rekan Gogon di Srimulat yakni Polo.

“Dia bilang sakit, namanya hidup itu yang punya Tuhan. Kami sudah menyarankan berobat. Minimal tahu sakitnya apa, dia bilang enggak apa-apa. Dia bilang, ‘Yang aku tahu kan jantung,” ucap Polo. Gogon meninggal karena penyakit jantung yang ia alami selama ini. Pria kelahiran 31 Desember 1960 ini meninggal di Lampung karena sedang ada job di kota tersebut.

Jenazah almarhum Gogon akan dikebumikan di kampung halamannya di Solo. Didi Kempot sang sahabat membawa pulang jenazah Gogon dengan pesawat udara kembali ke Solo.

Sebelum dikabarkan meninggal di Lampung, Selasa (15/5), Gogon Srimulat seakan punya firasat bahwa napas terakhirnya akan diembuskan usai pentas. Gogon meninggal setelah diajak tampil untuk sebuah acara yang berhubungan dengan Pilkada di Lampung.

Sebelumnya, gogon sempat menyampaikan pesan terakhir pada asistennya, Item Sahifah. Kata sosok kelahiran 31 Desember 1959 itu, “hidup tidak pernah bisa ditentukan.” “Semua harus siap, dan kalau saya sewaktu-waktu setelah tampil meninggal, teman-teman media tolong dikabari, dan kalian semua yang rukun,” ia melanjutkan, dalam bahasa Jawa.

Benar saja, Gogon meninggal setelah pentas bersama musisi campursari Didi Kempot. Jenazahnya langsung diterbangkan ke Solo, Jawa Tengah menggunakan pesawat terbang. Sang pelantun Stasiun Balapan itu pun mendampinginya.

Sahifah menyampaikan informasi itu di rumah duka, Dukuh Bungur Ireng, Desan Bendan, Kecamatan Banyudono, Boyolali. Sahifah mengaku mendapat kabar meninggalnya Gogon pertama kali dari putra sulung sang pelawak, Ari Mustika melalui pesan singkat. Ari kebetulan mendampingi ayahnya manggung di Lampung. “Mas, Papa meninggal,” demikian bunyi pesan singkat itu.