DetikNews

Kerusakan Mencapai 10 Triliun Akibat Gempa Di Lombok -Bencana alam gempa bumi yang terjadi di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat yang terjadi di bulan Agustus sampai awal bulan September 2018 itu tentunya menjadi bencana yang merugikan warga. Menurut dari catatan pemerintah, total kerugian dari kerusakan akibat gempa yang berlangsung dari 29 Agustus hingga 9 September 2018 mencapai Rp 10 triliun.

Baca juga: Demokrat Restui Ada Gubernur Kadernya Dukung Jokowi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan total kerusakan per 5 September 2018 tersebut diakumulasi dari tujuh wilayah, yakni Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah.

“Lombok Utara jumlah kerusakan mencapai Rp 3,1 triliun, Lombok Timur Rp 607 miliar, Sumbawa Barat Rp 689 miliar, Sumbawa Rp 379 miliar. Lalu, ada Mataram Rp 750 miliar, Mataram Rp 3,59 triliun dan Lombok Tengah Rp 929 miliar,” papar dia di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2018).

“Jadi total nilai kerusakan mencapai Rp 10 triliun. Lalu jumlah kerugian sekitar 2 triliun, dan membutuhkan dana sekitar 8 triliun,” imbuh dia.

Lebih lanjut, ia memaparkan gempa yang terjadi sepanjang 29 Agustus hingga 9 September kemarin mencapai 2.036 kejadian. Dari kejadian tersebut, korban meninggal dunia mencapai 564 jiwa dan korban luka sebanyak 1.584 jiwa.

Selain itu, rumah rusak berat ada sebanyak 167.961 unit. Pemerintah pun menyalurkan dana pemulihan sebanyak Rp 50 juta per unit untuk pembenahan.

“Sebanyak 214 infrastruktur terdampak. Persentase kerusakan 8% jembatan, paling besar 44% adalah spam ipal irigasi,” ungkap dia.

Untuk itu, pemerintah giat memberikan bantuan dengan menurunkan 3.000 personel dari berbagai kementerian dan lembaga untuk kembali membenahi daerah yang terkena dampak gempa

Kata Sri Mulyani Mengenai Lemahnya Rupiah Terhadap Dolar AS – Dinamika yang kini sedeng terjadi pada nilai tukar mata uang Indonesia, rupiah terhadap dolar mata uang Amerika Serikat (AS) belakangan ini ternyata memberikan dampak yang cukup postif terhadap APBN. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa setiap pelemahan atau depresiasi Rp 100 per US$ maka ada kenaikan penerimaan dan belanja negara.

Baca juga: Mantan Presiden AS, Obama Serang Donald Trump

“Pelemahan 100 rupiah mempengaruhi kenaikan penerimaan Rp 4,7 triliun dan belanja naik Rp 3,1 triliun,” kata Sri Mulyani di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku dampak dari dinamika nilai tukar ini bukan soal dan rugi pada APBN.

“Mengelola APBN itu bukan untung rugi, kalau APBN sehat maka ekonomi lebih baik lagi,” tambah dia.

Dia menyampaikan, di tengah dinamika nilai tukar ini pemerintah berhasil mencatatkan penerimaan negara sebesar Rp 1.152 triliun atau 60,8% dari target sebesar Rp 1.894,7 triliun.

“Dengan akselerasi lebih tinggi karena penerimaan tumbuh tinggi maka primary balanced 31 Agustus sangat rendah positif Rp 11 triliun,” jelas dia.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa pemerintah masih tetap hati-hati dalam menjalankan APBN terlebih lagi ketidakpastian global masih menghantui.

“Tahun lalu, primary balanced defisit Rp Rp 84 triliun dan menjadi positif Rp 11 triliun, perbaikannya jauh lebih nyata, defisit anggaran Rp 150 triliun, tahun lalu Rp 220 triliun, ini perbaikan postur kita, kita tetap jaga fiskal kita secara hati-hati,” tutup dia.

Ariel NOAH Beri Dukungan Kepada Syahrini Yang Ingin Menggelar Konser – Syahrini, penyanyi papan atas Indonesia bakal segera melaksanakan konser tunggalnya yang menandakan 1 dekade perjalanan di industri musik Indonesia. Konser bertajuk 10 Tahun Jambul Khatulistiwa Journey of Syahrini itu juga memperoleh dukungan dari vokalis grup band ternama Indonesia, Ariel NOAH.

Baca juga: Menjelang Musim Kemarau, Harga Beras Di Cipinang Naik 3,8%

Pelantun Sesuatu tersebut akan mengelar konser tunggalnya di Ciputra Artpreneur Jakarta pada 20 September mendatang. Syahrini turut menggandeng tiga penyanyi sekaligus musisi ternama untuk berkolaborasi, mereka adalah Glenn Fredly, Tompi, dan Rendy Pandugo.

Konser tunggal Syahrini sendiri bukanlah sekedar konser musik biasa. Ia akan menyuguhkan pertunjukan lain yang penuh kejutan. Adapun perpaduan itu adalah penampilan musik, seni, dan tawa. Syahrini menggaet Nikita Dompas sebagai music director dan Majelis Lucu Indonesia selaku comedy consultant.

Sementara, Syahrini mendapatkan banyak dukungan, doa, dan semangat dari para rekan artis menjelang konser tunggal. Para artis itu meliputi Ariel NOAH, Krisdayanti, Ivan Gunawan, Rossa, Titi DJ, Melly Goeslaw, Afgan, Soimah, Ari Lasso, dan lainnya.

Lantas, seperti apa bentuk dukungan yang diberikan Ariel NOAH kepada Syahrini yang siap melaksanakan konse tunggal? Yuk, simak bersama rangkuman selengkapnya berikut ini.

Sederet dukungan dan semangat diberikan para rekan artis menjelang konser tunggal Syahrini. Ia terlihat mengunggah video-video berisi harapan dan semangat tersebut melalui akun Instagram pribadi. Salah satu dukungan pun Syahrini dapatkan dari vokalis band NOAH yakni Ariel.

“Hai, neng Syahrini itu mau bikin konser tunggal tanggal 20 September untuk memperingati 10 tahun berkariernya Jambul Khatulistiwa. Ngajak temen-temen buat datang ke sana,” jelas Ariel NOAH dalam video yang diunggah Syahrini di Instagram pribadi.

Tidak hanya mengajak orang-orang untuk menonton, tetapi Ariel NOAH juga mengungkapkan keinginannya menyaksikan konser tunggal Syahrini nanti. Namun, besar harapnya jika pada 20 September ia tidak memiliki agenda dan dapat jadi salah satu saksi keseruan konser Syahrini.

“Saya juga mudah-mudahan nanti kalau pas nggak ada acara, saya mau kesana juga soalnya neng baru kasih tahu belakangan ini. Jadi mudah-mudahan nggak bentrok. Neng, sing sukses, jangan lupa ngopi biar nggak ngantuk,” tambah Ariel NOAH tentang konser Syahrini.

Pesan Terakhir Sang Istri Korban Kecelakaan Bus Sukabumi Kepada Suami – Betapa sedih mendalam yang di alami oleh pria berusia 36 tahun, bernama Tomi Nugroho. Saat menyambut kedatangan sang istri yang tiba di rumah duka Sinar Kasih, Kelurahan Bondongan, Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu malam 8 September 2018. Tampak terlihat mata Tomi meneteskan air mata. Penyebab kematian istrinya Hajah Nurul Sobiah (34), itu tak lain karena kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Ciareuy, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu siang.

Baca juga: Begini Sekarang Nasip Pasangan Filipina Setelah LDR 13 Tahun

“Istri saya ikut gathering selama dua hari di Citarik, Sukabumi,” kata Tomi.

Karyawan yang ikut acara tersebut mereka yang mendapat bonus dari perusahaan karena mampu mencapai target penjualan sepeda motor. “Yang ikut yang dapet bonus. Tiap tahun selalu begitu, tapi acaranya beda-beda,” kata dia.

Dalam acara tersebut, Nurul bersama ratusan karyawan PT Putra Catur Jaya dari cabang Bekasi dan Bogor berangkat menggunakan empat unit bus. Rencananya, puncak kegiatan diisi dengan berolahraga rafting di Citarik hari Minggu ini.

“Saya sempat nganter dia ke kantor dealer cabang Kemang Bogor Sabtu jam 5 pagi,” kata Tomi.

Setelah mengantarkan istrinya, ia kembali pulang ke rumah di Perumahan Villa Ciomas, Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. “Waktu bus mau berangkat sempat WA (WhatsApp), mama mau berangkat. Itu jam 6 pagi,” tutur Tomi.

Nurul kembali memberitahu pada sekitar pukul 08.00 WIB sudah sampai di depan Lido dan sedang menunggu satu rombongan bus dari Bekasi. “Terakhir sekitar jam 8, dia WA lagi minta tolong bayarin angsuran motor. Katanya dia lupa belum bayar,” kata Tomi.

Ia pun bergegas membayar angsuran motor dan mengirim bukti pembayaran kepada istrinya melalui whatsapp. “Saya kirim foto struk jam 12 kurang, dia cuma jawab, ya,” ujar Tomi.

Semenjak itu, Tomi kehilangan kontak. Saat dihubungi, telepon genggam istrinya tak lagi aktif. Meski sudah beberapa kali dicoba.

“Waktu itu saya pikir hpnya dimatiin dulu. karena waktu saya WA ceklis satu,” kata dia.

Sekitar dua jam kemudian, bapak anak satu ini kaget setelah mendapat informasi berikut foto yang diupload di media sosial Facebook, terjadi kecelakaan bus pariwisata di Cikidang Sukabumi.

“Saya dapet info ini dari temen. Suruh buka FB, katanya di situ ada bus rombongan karyawan Honda kecelakaan,” kata dia.

Untuk memastikan kebenaran tersebut, dia menghubungi kantor cabang tempat istrinya bekerja. Sang istri pun berada di dalam bus yang mengalami kecelakaan tersebut.

Tubuhnya lemas ketika pihak perusahaan mengabarkan bahwa istrinya menjadi salah satu korban tewas.

“Saya cuma bisa menangis sambil memeluk anak saya,” ucap Tomi sedih.

Selama ini, ia tidak mengalami firasat buruk. Jumat malam sebelum pergi, istrinya, Nurul sempat berkata kepadanya.

“Ayah, nanti ayah tidur sendirian loh. Aku kan nginep,” kata Tomi meniru ucapan almarhum istrinya. Nurul pun sudah dimakamkan tak jauh dari tempat tinggalnya.

Tomi dan keluarga lainnya sempat tidak sabar menunggu kedatangan jenazah korban kecelakaan bus. 18 jenazah baru tiba di Rumah Duka Sinar Kasih, Bondongan, Kota Bogor sekitar pukul 03.00 WIB.

Jenazah korban kemudian dibawa oleh pihak keluarga masing-masing yang sudah menunggu sejak Sabtu petang, untuk dimakamkan.

Cerita Dibalik Dangdutan di Area Kuburan Jaktim – Sebuah video hajatan yang menunjukan aksi penampilan pentas dangdut yang di lakukan didepan perkuburan menjadi viral di media sosial, terutamnya di Indonesia. Kejadian itu pun langsung di jelaskan oleh sang pemilik grup dangdut.

Baca juga: Murid Perguruan Silat Tewas Saat Latihan

Dalam video yang beredar di Facebook maupun Twitter, panggung dangdut tampak berdiri di depan barisan kuburan di suatu tempat pemakaman umum (TPU). Sementara itu, tenda hajatan berdiri di samping barisan makam. Biduan tetap asyik menyanyi dengan sejumlah orang menyaksikan sambil duduk di antara makam. Speaker dan kamera perekam juga diletakkan di sela-sela makam.

Video itu diunggah oleh pemilik akun Facebook Chandra Erlangga dan sudah dibagikan 5.500 kali, mendapat 1.900 komentar, dan ditonton lebih dari 2 juta kali. Sementara itu di akun Twitter @juriglagu, video ini diretweet lebih dari 4.800 kali.

Momen viral itu terjadi di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada Sabtu (8/9) lalu. Pemilik Bofita Entertainment, Boih yang grupnya tampil di video itu, menjelaskan alasan mereka tampil di depan kuburan.

“Itu panggungnya bukan di atas kuburan, tapi di depannya. Acaranya sunatan,” kata Boih saat dihubungi, Senin (10/9/2018).

Boih mengatakan panggung dangdutan maupun tenda hajatan ditempatkan di jalan sekitar kuburan, bukan di atasnya. Penempatan itu terpaksa dilakukan karena pemilik hajat tidak punya tempat.

“Orang yang punya hajatan nggak ada tempat. Kita kan dirental, ditaruh mana saja ya yang penting aman,” ucapnya.

TPU atau makam kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Meski demikian, Boih mengaku dia dan anggota grup musiknya aman-aman saja saat tampil di depan kuburan.

“Selama berjalan, aman-aman kok. Ya kita jalanin saja,” ujar Boih.