Timnas U23 Indonesia VS Laos, Bendera Raksasa Bakal Dibentangkan

Bakal ada bendera besar yang dibentangkan pada laga timnas u23 vs laos pada partai pamungkas fase group sea games 2019, sore ini.

Pendukung indonesia sudah berada di stadion city of imus grandstand untuk mendukung perjuangan timnas u23 indonesia yang akan melawan laos pada kamis (5/12/2019) pukul 15.00 wib.

Dari pantauan reporter disana, mereka semua sudah tiba di stadion sekitar pukul 14.00 wib.

Mereka tidak bisa langsung masuk kedalam stadion karena tertahan cukup lama saat membeli tiket. Sambil menunggu tiket dicetak, mereka menyanyikan yel-yel. Bahkan, ada pula nyanyian bernada sindiran untuk panitia.

Mereka berteriak-terikan “where is the ticket” atau “here is my money”. Sekitar 15 menit menunggu, tiket untuk masing-masing suporter akhirnya dicetak.

Rencananya, bendera raksasa seukuran 15×8 meter akan dibentangkan oleh supporter saat lagu kebangsaan indonesia raya berkumandang. Bendera tersebut dibawa pemuda asal kudus, ilham.

“Kami sudah membentangkannya sejak lawan brunei, ukurannya 15×8 meter. beratnya 13 kg” ujar ilham.

Pendukung dan tamu vip akan duduk bersama karena stadion ini hanya memiliki satu tribune. Namun, stadion ini terbilang sangat unik.

Stadion yang dibuka sejak 2018 ini berada di lingkungan sekolah menengah. Nama sekolahnya adalah gen pantaleon garcia senior high school.

Sejumlah ruangan yang ada di sekolah ini dimanfaatkan sebagai tempat jumpa pers dan menerima tamu vip.

Ruangan jumpa pers terlihat sederhana karena disediakan beberapa meja dan sejumlah bangku plastik. colokan listrik pun hanya satu.

Uniknya lagi, kamar ganti pemain pun menggunakan salah satu ruangan kelas. Panitia pun masih terlihat sibuk untuk mempersiapkan segalanya.

Dari pantauan reporter disana, terlihat sejumlah petugas sibuk menempel penanda, seperti ruang sekretariat ayau wifi.

Demikianlah, sedikit laporan dari saya tentang timnas u23 vs laos, mari bersama-sama kita berdoa agar timnas bisa memenangkan pertandingan ini. Dan hasil bentangan bendera pun tidak menjadi sia sia.

Tersangka Pemerkosaan Gadis 13 Tahun Ditangkap Polisi Dirumah Pacarnya

Bocah berusia 13 tahun mendapati perbuatan yang tidak menyenangkan. Nahas gadis cilik di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, Riau ini mendapati berbagai perbuatan keju dari salah satu pria dewasa.

Siswi ini menjadi salah satu korban yang masih bersekolah dan dipaksa berhubungan intim dengan pria dengan ciri-ciri mempunyai tato dan berusia 31 tahun, pria itu berinisial SR.

Hingga berita ini diturunkan. Akhirnya polisi berhasil menangkap pelaku pencabulan tersebut dirumah pacarnya di daerah Riau.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira saat dikonfirmasi mengatakan, pelaku sudah dibekuk tim unit Reskrim, setelah polisi mendapat laporan dari orang tua korban. Pelaku akan dihukum berat karena mencabuli anak di bawah umur.

Kejadian keji ini diketahui oleh Sang Ibu, ketika usai berjualan dari ppasar, sang anak menceritakan tentang perbuatan tidak menyenangkan yang dialaminya, yaitu mendapakan perbuatan cabul dari pelaku. Peristiwa memilukan itu dialami korban di sebuah desa di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.

Ketika mendengar pernyataan dari sang anak tersebut, rasanya seperti tak kuat rasa semua bercampur. Ibu korban langsung emosi dan tak kuat menahan nangis. Sang ibu langsung mengajak anaknya untuk menemui pelaku di rumahnya. Setelah tiba, ibu korban akhirnya bertemu dengan pelaku.

“Saat ditanya ibu korban, pelaku mengakui perbuatannya,” kata Andri.

Keterlaluan, pelaku malah menjawab dengan santai dan berkata bahwa korban tidak akan hamil dengan kejadian tersebut. Karena hubungan intim yang dilakukannya dengan cara mengeluarkan cairan di luar.

Mendengar hal itu, reaksi Ibu korban semakin menggebu dan emosi. Ibu dan anaknya lalu dating ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan pelaku lantaran tak terima atas perbuatan keji yang di lakukan SR kepada anaknya.

Kemudian korban divisum et revertum dan dilakukan tes kehamilan. Hasilnya negatif. Namun dari hasil visum korban telah dicabuli pelaku. Hasil visum itu menjadi alat bukti bagi polisi untuk menangkap pelaku.

“Personel Polsek Tapung Hulu menangkap pelaku pada Selasa (7/8) sekitar pukul 23.00 WIB saat pelaku berada di rumah pacarnya,” pungkas Andri.