Tanggapan Alibaba Mengenai Pensiunnya Jack Ma – Menurut kabar yang beredar, dalam waktu belakangan ini Jack Ma, yang merupakan bos Alibaba dikabarkan akan segera mundur dari jabatannya atau dengan kata lain ia bakalan segera pensiun. Media asal Amerika Serikat, New York Times, jadi yang pertama dalam mengabarkan hal tersebut.

Baca juga: Menjelang Musim Kemarau, Harga Beras Di Cipinang Naik 3,8%

Ternyata, tak butuh waktu lama bagi raksasa internet tersebut untuk angkat suara. Pihaknya mengutarakan jika pria yang belum lama ini menyambangi Indonesia untuk hadir di upacara penutupan Asian Games 2018 tersebut memang akan mundur teratur dari perusahaan yang didirikannya pada 1999 tersebut.

Maksud dari perkataannya itu adalah, ia akan mengurangi perannya di Alibaba secara perlahan-perlahan. Untuk itu, Ma pun akan menyiapkan program transisi terkait peralihan kepemimpinan dalam beberapa waktu mendatang.

Walau tampaknya mantan guru tersebut memang benar-benar akan lengser, tapi hal tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Perwakilan dari Alibaba memastikan ia akan tetap menjadi bagian dari perusahaan selama proses transisi berlangsung nantinya.

Program itu sendiri bukan barang baru di tubuh korporasi asal China tersebut. Sebelumnya, hal serupa pernah diterapkan kala Ma mundur dari jabatan CEO dan menjadi chairman pada 2013 lalu, sebagaimana detikINET kutip dari Tech Crunch, Minggu (9/9/2018).

Pada saat itu, ia mengaku mustahil bagi dirinya untuk pensiun sehingga membuatnya tetap aktif sampai saat ini. Walau demikian, ia menyadari bahwa orang-orang yang lebih muda dengan ide-ide segar memang patut untuk memimpin bisnis ke depan.

Saat lima tahun lalu itu, jabatan CEO dipegang oleh Jonathan Lu yang sukses membawa Alibaba IPO pada 2015 dengan nilai USD 25 miliar. Sayang, karena karena kehilangan kepercayaan dari Ma, tak lama ia diganti oleh Daniel Zhang yang menjabat sampai saat ini.

Mantan Presiden AS, Obama Serang Donald Trump – Barack Obama, mantan Presiden Amerika Serikat (AS) baru-baru ini meluncurkan serangannya kepada Presiden AS saat ini, Donald Trump mengenai berbagai hal gila yang muncul dari Gedung Putih. “Ini tidak normal, ini adalah masa yang tidak lazim dan berbahaya,” kata Obama saat berbicara di depan para mahasiswa di University of Illinois.

Baca juga: Murid Perguruan Silat Tewas Saat Latihan

Dia menyerukan dilakukannya “pemulihan kejujuran dan kepatutan dan tertib hukum dalam pemerintahan kita”.

Mantan presiden itu sebelumnya tetap menjaga agar tak tampil menonjol sejak meninggalkan Gedung Putih pada tahun 2017, kendati Presiden Donald Trump sering mengecam kebijakannya dulu. Obama mengatakan pada sebuah upacara penyerahan penghargaan di Urbana, Illinois, Jumat (7/9), bahwa dia sebetulnya berniat mengikuti tradisi mantan presiden Amerika untuk turun dari panggung politik.

Namun akhirnya malah melancarkan serangan tajam pada pemerintahan saat ini. Presiden Donald Trump tak urung menanggapinya juga. Di sela-sela penggalangan dana Partai Republik di Fargo, North Dakota, Jumat itu, ia mengatakan bahwa ia menyaksikan pidato pendahulunya itu, “tapi saya jatuh tertidur”.

Ia menuduh pula bahwa Obama mencoba untuk mengaku-ngaku ‘pencapaian luar biasa yang terjadi di negara kita,’ tambahnya.

Dalam pidatonya, Obama memperingatkan bahwa demokrasi Amerika bergantung pada kesediaan orang untuk datang ke tempat pemungutan suara saat pemilihan sela bulan November.

“Sekarang, beberapa dari Anda mungkin berpikir saya melebih-lebihkan ketika saya mengatakan pemilihan sela ini lebih penting dari semua pemilihan umum yang saya ingat dalam hidup saya,” kata sang Demokrat.

“Tapi dengan sekilas melihat berita utama baru-baru ini, sudah akan membuat Anda sadar bahwa momen kali ini benar-benar berbeda.”

Obama merujuk ke sebuah artikel opini di New York Times yang baru saja terbit yang membuat marah Trump.

Penulisnya, yang disembunyikan jati dirinya, disebut sebagai pejabat tinggi pemerintahan Trump, mengaku bekerja sama dengan sejumlah pejabat lain untuk melindungi negara dari “kebijakan-kebijakan terburuk” Presiden Trump.

Obama mengatakan: “Mereka (para pejabat anti Trump di gedung Putih) tidak melakukan hal terbaik untuk rakyat dengan secara aktif mempromosikan 90% dari hal-hal gila yang keluar dari Gedung Putih ini lalu berkata, ‘Jangan khawatir. Kami mencegah 10% lainnya.'”

Namun dia juga mengatakan kepada hadirin bahwa Trump adalah “gejala, bukan penyebab” dari kekisruhan di Amerika.

Dia mengecam seruan Trump kepada Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki para musuh politiknya.

“Bukanlah hal yang partisan untuk mengatakan bahwa kita tidak bisa menekan jaksa agung atau FBI untuk menggunakan sistem peradilan pidana sebagai alat untuk menghukum lawan politik kita.”

Presiden ke-44 AS ini juga pedas mengecam sikap awal Trump ketika tahun lalu diminta untuk mengutuk para pengunjuk rasa sayap kanan di Charlottesville, Virginia.

“Kita seharusnya menentang pihak pembuat masalah, dan bukan mengikuti irama mereka,” kata Obama. “Kita seharusnya menentang diskriminasi dan kita yakin bahwa kita harus bersikap dengan jelas dan tegas kepada simpatisan Nazi.”

Begini Sekarang Nasip Pasangan Filipina Setelah LDR 13 Tahun – Pastinya tiap pasangan butuh perhatian khusus dari pasangannya mau itu saat bersama ataupun tidak. Namun, hal yang paling menyakitkan bagi para pasangan adalah LDR atau lebih di kenal dengan pacara jarak jauh. Hal tersebut merupakan sebuah ujian bagi setiap pasangan dan dibutuhkan kepercayaan ekstra agar hubungan tetap awet. Tetapi sayangnya tak sedikit pula pasangan yang harus berpisah karena permasalahan yang muncul selama LDR.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Sheila Marcia Pakai Narkoba

Tapi, berbeda dengan pasangan dari Filipina ini, mereka membuktikan kisah cinta mereka bisa berakhir manis meskipun harus terpisah oleh jarak dalam waktu yang sangat lama.

Aila dan Jet bertemu pada 2004 saat mereka duduk di bangku sekolah menengah. Seperti dilansir dari When in Manila, melihat satu sama lain di sekolah hampir setiap hari, benih-benih cinta di antara Aila dan Jet pun muncul.

Jet mulai mencoba mendekati Aila, menyapanya ketika ia lewat, hingga mengirim surat. Jet juga mengunjungi Aila di rumahnya dengan sepeda yang jaraknya tidak dekat.

Pada 2006, keluarga Jet bermigrasi ke Kanada. Meskipun terpisah dengan jarak yang sangat jauh, Aila dan Jet memutuskan untuk tetap bersama dan memulai hubungan jarak jauh selama 13 tahun. Hingga akhirnya pada Agustus kemarin, keduanya berakhir di altar pernikahan.

Memperisiapkan hingga ke jenjang pernikahan tentu tak mudah karena dibutuhkan kesabaran dan banyaknya perjuangan yang harus dilalui. Perbedaan waktu yang signifikan antara Filipina dan Kanada pun jadi pengorbanan tersendiri bagi Jet dan Aila. Pasangan ini akan selalu menjalani kencan vrtual dimana mereka saling mengatur makan malam di depan kamera dengan panggilan video.

Pada 2009 Jet kembali ke Filipina untuk pertama kalinya sejak ia tinggal di Kanada. Hal tersebut ia lakukan untuk memberikan kejutan ulang tahun Aila yang ke-18 tahun. Aila pun menangis bahagia melihat kekasihnya yang tak dijumpainya selama tiga tahun. Setelah kunjungan singkat kekasihnya ke Filipina, Aila pun mengungkapkan bahwa apa yang ia alami tidak mudah.

Hingga akhirnya, pada Agustus 2018, setelah ribuan panggilan video, malam tanpa tidur, kencan virtual, 13 tahun cinta, dan jarak 4828 kilometer, Aila Mabanglo dan Jet Mabini berdiri di depan altar untuk saling mengucapkan janji suci. Mereka benar-benar mengalahkan rintangan dan membuktikan bahwa cinta memang bisa menaklukkan apapun, termasuk jarak yang sangat jauh.

Wali Kota di Filipina Tewas Ditembak di Kantornya – Malangnya nasip Wali Kota di wilayah Cebu Filipina yang satu ini, ia di temukan tak bernyawa lagi di dalam kantornya. Penyebabnya tak lain di karenakan ia ditembak mati oleh seorang pria bersenjata saat ia sedang berada di dalam kantor.

Baca juga: Jokowi Harus Naikkan Harga BBM, Apa Penyebabnya?

Seperti dilansir dari CNN, Rabu (5/9/2018), Wali Kota Ronda yang bernama Mariano Blanco, ditembak pria bersenjata yang tak diketahui identitasnya pada Rabu (5/9) pagi waktu setempat. Penembakan terjadi di dalam gedung kantor Blanco.

Ronda merupakan salah satu kota di Provinsi Cebu yang dikenal sebagai tujuan wisata. Kepolisian setempat menyatakan penyelidikan atas kasus ini tengah berlangsung.

Motif penembakan ini belum diketahui pasti. Pihak kepolisian belum mengidentifikasi tersangka dalam penembakan ini. Tidak diketahui lebih lanjut bagaimana pelaku bisa masuk ke dalam kantor Wali Kota sambil membawa senjata api.

Lima bulan sebelumnya, Wakil Wali Kota Ronda, Jonah John Ungab, juga tewas ditembak. Kemudian dua bulan lalu, dua Wali Kota lainnya di wilayah Filipina lainnya juga tewas dibunuh.

Wali Kota Tanauan, Antonio Halili, tewas ditembak seorang penembak jitu saat menghadiri upacara bendera di Balai Kota setempat pada Juli lalu. Sedangkan Wali Kota General Tinio, Ferdinand Bote, tewas ditembak oleh pelaku bersenjata yang menaiki sepeda motor, beberapa hari kemudian.

Tiga kasus di atas hanya beberapa dari banyaknya kasus pembunuhan terhadap pejabat tinggi di Filipina. Menurut data CNN Philippines, jika ditotal, ada lebih dari 15 Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang tewas dibunuh sejak Presiden Rodrigo Duterte menjabat pada pertengahan tahun 2016.

Beberapa dari pejabat tinggi yang tewas dibunuh terkait dengan perdagangan narkoba atau operasi memerangi narkoba yang digalakkan pemerintahan Duterte. Ribuan orang tewas dalam operasi yang menuai kritikan tajam dari dunia internasional itu.

Akibat Badai Tropis Gordon, Ribuan Rumah Menjadi Gelap Gulita – Kawasan Teluk Meksiko, antara negara bagian Alabama dan Florida tampaknya kini benar-benar kehilangan pencahayaan setelah di terjang badai tropis Gordon. Akibat datangnya badai itu, menurut laporan yang di terima, satu orang kini harus kehilangan nyawanya dan ribuan orang kehilangan aliran listrik.

Baca juga:  Ternyata Ini Penyebab Tewasnya Bintara Yang Dianiaya Oleh Seniornya

Badai tersebut memicu hujan deras yang disertai angin berkecepatan tinggi di hampir sepanjang Selasa malam waktu setempat. Dikutip dari Time.com pada Rabu (5/9/2018), seorang anak dilaporkan tewas tertimpa pohon, yang jatuh menimpa mobil yang ditumpangi bersama orangtuanya.

Satu orang dilaporkan tewas dan ribuan rumah gelap gulita akibat terputus aliran listrik ketika Badai Tropis Gordon paling parah menghantam Central Bay wilayah di antara Alabama dan Florida pada Selasa malam dengan angin berkekuatan tinggi dan hujan lebat.

Menurut Pusat Badai Nasional AS, Badai tropis Gordon bergerak cepat menuju garis pantai pada sekitar pukul 22.00 malam waktu setempat, dengan kecepatan angin 70 mil per jam, atau sekitar 112 kilometer per jam.

Meski tidak mencapai kecepatan tinggi yang diperkirakan sebelumnya, namun peringatan kondisi “mengancam jiwa” tetap berlaku untuk daerah yang diperkirakan akan dilanda peningkatan gelombang badai, yakni di antara negara bagian Mississippi dan Alabama.

Selain itu, sebanyak lebih dari 27.000 rumah mengalami pemadaman listrik ketika Badai Tropis Gordon mendarat pada Selasa malam. Rata-rata kawasan yang mengalami pembatasan akses tersebut berada di sebagian wilayah selatan Alabama, sekitar ujung barat Florida, dan di Mississippi.

Kekuatan Badai Tropis Gordon diperkirakan melemah ketika bergerak ke pedalaman, dan diperkirakan akan menjadi depresi tropis pada hari Rabu. Lebih jauh di lepas pantai, sistem badai lain, bernama Florence, diketahui berkembang dengan cepat menjadi kategori 2 dan terpantau bergerak menuju pantai timur AS, yang menghadap Samudera Atlantik.