Terbongkar Sifat Asli Bripda Puput Nastiti Devi di Hadapan Tetangga – Puput Nastiti Devi, polisi cantik yang kini menjadi perbincangan banyak orang. Wanita cantik yang memiliki pangkat Bripda itu di duga akan menjadi calon isti mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau sering di sapa dengan sebutan Ahok.

Baca juga: Usai Hukuman Penjara Selesai, Ahok Akan Menikah Di Bulan Januari

Tak banyak yang tahu bahwa Bripda Puput sebelumnya bertugas sebagai ajudan mantan istri Ahok, Veronica Tan. Ditelisik lebih jauh, polwan calon istri Ahok ini belum lama lulus dari bangku SMA. Bripda Puput merupakan siswi alumni SMA Negeri 88 Jakarta.

Setelah lulus, Bripda Puput melanjutkan pendidikan di Bintara Polri pada tahun 2015. Kepala SMAN 88 Jakarta, Susilo Hartono saat dikonfirmasi mengatakan bahwa memang banyak siswa-siswinya lulusannya yang menjadi polisi.

“Memang banyak lulusan kami yang jadi polisi,” kata Susilo seperti dikutip dari Warta Kota.

Bila dirunut dengan pangkat Polwan tersebut sekarang, maka benar Bintara Polri lulusan 2015/2016 memang masih berpangkat Bripda. Hal itu disebabkan kenaikan pangkat Bintara Polri terjadi dalam siklus 4 tahun sekali.

Diketahui polwan yang disebut calon istri Ahok nyatanya sekarang masih berusia 21 tahun. Tim Grid.ID pun menulusuri lebih lanjut tentang sosok Bripda Puput Nastiti Devi.

Pada Minggu (9/9/2018), tim Grid.ID mengunjungi kediaman Bripda Puput di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Rumah yang menjadi tempat tinggal Bripda cantik ini nampak begitu sepi seperti tak ada aktifitas di dalamnya.

Tim Grid.ID akhirnya mencari informasi dari warga sekitar. Seorang wanita yang tinggal tepat di sebelah rumah Bripda Puput pun menceritakan bagaimana sosok wanita yang akrabnya akan menjadi istri Ahok ini.

Menurut penuturan tetangganya itu, Puput sosok wanita yang pendiam sedari kecil. Sikapnya memang dikenal santun, tapi Puput lebih dikenal sebagai gadis pemalu.

“Orangnya pendiem sih, malu-malu juga, kalo ketemu ya baik, sapa juga,” cerita wanita setengah baya yang namanya enggan diwartakan.

Lebih lanjut, Bripda Puput ternyata juga jarang sekali bersosialisasi dengan warga sekitar rumahnya. Lantaran kesibukannya mengabdi kepada Negara, wajar jika Bripda Puput jarang menghabiskan waktu dengan tetangganya.

“Dia juga kan kerja jadi jarang kalo ngobrol-ngobrol gitu,” ucap wanita tersebut.

Tanggapan Alibaba Mengenai Pensiunnya Jack Ma – Menurut kabar yang beredar, dalam waktu belakangan ini Jack Ma, yang merupakan bos Alibaba dikabarkan akan segera mundur dari jabatannya atau dengan kata lain ia bakalan segera pensiun. Media asal Amerika Serikat, New York Times, jadi yang pertama dalam mengabarkan hal tersebut.

Baca juga: Menjelang Musim Kemarau, Harga Beras Di Cipinang Naik 3,8%

Ternyata, tak butuh waktu lama bagi raksasa internet tersebut untuk angkat suara. Pihaknya mengutarakan jika pria yang belum lama ini menyambangi Indonesia untuk hadir di upacara penutupan Asian Games 2018 tersebut memang akan mundur teratur dari perusahaan yang didirikannya pada 1999 tersebut.

Maksud dari perkataannya itu adalah, ia akan mengurangi perannya di Alibaba secara perlahan-perlahan. Untuk itu, Ma pun akan menyiapkan program transisi terkait peralihan kepemimpinan dalam beberapa waktu mendatang.

Walau tampaknya mantan guru tersebut memang benar-benar akan lengser, tapi hal tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Perwakilan dari Alibaba memastikan ia akan tetap menjadi bagian dari perusahaan selama proses transisi berlangsung nantinya.

Program itu sendiri bukan barang baru di tubuh korporasi asal China tersebut. Sebelumnya, hal serupa pernah diterapkan kala Ma mundur dari jabatan CEO dan menjadi chairman pada 2013 lalu, sebagaimana detikINET kutip dari Tech Crunch, Minggu (9/9/2018).

Pada saat itu, ia mengaku mustahil bagi dirinya untuk pensiun sehingga membuatnya tetap aktif sampai saat ini. Walau demikian, ia menyadari bahwa orang-orang yang lebih muda dengan ide-ide segar memang patut untuk memimpin bisnis ke depan.

Saat lima tahun lalu itu, jabatan CEO dipegang oleh Jonathan Lu yang sukses membawa Alibaba IPO pada 2015 dengan nilai USD 25 miliar. Sayang, karena karena kehilangan kepercayaan dari Ma, tak lama ia diganti oleh Daniel Zhang yang menjabat sampai saat ini.

Demokrat Restui Ada Gubernur Kadernya Dukung Jokowi – Ferdinand Hutahaean, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat mengatakan jika partinya akan memberikan dispensasi kepada sejumlah kader dari berbagai daerah yang mendukung pak Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019. Bahkan mereka yang mendukung Jokowi tak akan diberi sanksi.

Baca juga: Begini Sekarang Nasip Pasangan Filipina Setelah LDR 13 Tahun

“Memang ada juga daerah yang mendapat dispensasi khusus ya karena kami juga sebagai partai tak ingin partai kami ini jeblok di sana karena memang kami lihat opini dan animo masyarakat di sana untuk mendukung pak Jokowi tinggi sehingga kami harus berpikir juga menyelamatkan partai kami,” kata Ferdinand di kediaman SBY, Jakarta, Minggu, 9 September 2018.

Ia mengklaim, tak banyak daerah yang memberikan dukungan pada Jokowi dalam pilpres. Di antaranya Papua. Ia menjelaskan dalam Rakorda ada 23 provinsi yg meminta berkoalisi dengan Prabowo dan 7 provinsi yang meminta berkoalisi dengan Jokowi.

“Tapi tak signifikan, artinya perimbangan suaranya antara 51 hingga 49 persen, 52 hingga 48 ya. Hanya 4 provinsi yang memang signifikan, tinggi sekali 70 kontra 30, 65 kontra 35 persen yang memang menghendaki mendukung pak Jokowi. Jadi mungkin yang 4 provinsi ini akan kami pertimbangkan dispensasi khusus,” kata Ferdinand.

Ia menjelaskan, sikap ini diambil untuk menyelamatkan calon anggota legislatifnya. Oleh karena itu, Demokrat akan mencari formula khusus agar partainya bisa “hidup” di daerah sekaligus bisa memenangkan Prabowo. Sebab bila Demokrat memiliki kebijakan garis lurus mendukung Prabowo maka akan menyulitkan kadernya di bawah yang daerahnya banyak pemilih Jokowi.

“Jadi memang ada salah satu lagi mungkin nanti Sulawesi Utara ya, karena di sana memang juga mayoritas pendukung pak Jokowi. Nah ini nanti akan kami pertimbangkan dispensasi-dispensasi khusus, tentu kami akan mengajak DPD kami dahulu bicara,” kata Ferdinand.

Ia mengatakan, Sumatera Utara justru 63 persen mendukung Prabowo. Sementara, Papua 92 persen menginginkan agar Demokrat mendukung Jokowi. Ia pun memaklumi langkah Ketua DPD Demokrat Lukas Enembe yang mendukung Jokowi.

“Tapi memang penyampaiannya yang mungkin terlalu bersemangat, itu pun kami sudah koordinasi supaya memilih kalimat-kalimat yag tidak seolah bertentangan dengan DPP,” kata Ferdinand.

Sementara dua provinsi lainnya enggan ia sebutkan. Sebab masih akan dilakukan komunikasi apakah memang daerah tersebut membutuhkan dispensasi atau tidak.

“Tidak ada sanksi, tidak ada sanksi (untuk Papua). Memang ada daerah yang akan kami berikan dispensasi khusus mengingat di sana kader kami pun seperti Papua 92 persen menginginkan berkoalisi dengan Pak Jokowi. Kami hormati itu sehingga kami tak mau juga mengorbankan kader kami di sana yang nantinya jadi tak dipilih rakyat pada saat Pileg karena garis politiknya harus utuh. Nanti kami akan pikirkan formulanya seperti apa yang tepat tanpa juga meninggalkan dukungan pada Pak Prabowo sebagai Capres yang telah kami dukung secara resmi,” kata Ferdinand.

Mantan Presiden AS, Obama Serang Donald Trump – Barack Obama, mantan Presiden Amerika Serikat (AS) baru-baru ini meluncurkan serangannya kepada Presiden AS saat ini, Donald Trump mengenai berbagai hal gila yang muncul dari Gedung Putih. “Ini tidak normal, ini adalah masa yang tidak lazim dan berbahaya,” kata Obama saat berbicara di depan para mahasiswa di University of Illinois.

Baca juga: Murid Perguruan Silat Tewas Saat Latihan

Dia menyerukan dilakukannya “pemulihan kejujuran dan kepatutan dan tertib hukum dalam pemerintahan kita”.

Mantan presiden itu sebelumnya tetap menjaga agar tak tampil menonjol sejak meninggalkan Gedung Putih pada tahun 2017, kendati Presiden Donald Trump sering mengecam kebijakannya dulu. Obama mengatakan pada sebuah upacara penyerahan penghargaan di Urbana, Illinois, Jumat (7/9), bahwa dia sebetulnya berniat mengikuti tradisi mantan presiden Amerika untuk turun dari panggung politik.

Namun akhirnya malah melancarkan serangan tajam pada pemerintahan saat ini. Presiden Donald Trump tak urung menanggapinya juga. Di sela-sela penggalangan dana Partai Republik di Fargo, North Dakota, Jumat itu, ia mengatakan bahwa ia menyaksikan pidato pendahulunya itu, “tapi saya jatuh tertidur”.

Ia menuduh pula bahwa Obama mencoba untuk mengaku-ngaku ‘pencapaian luar biasa yang terjadi di negara kita,’ tambahnya.

Dalam pidatonya, Obama memperingatkan bahwa demokrasi Amerika bergantung pada kesediaan orang untuk datang ke tempat pemungutan suara saat pemilihan sela bulan November.

“Sekarang, beberapa dari Anda mungkin berpikir saya melebih-lebihkan ketika saya mengatakan pemilihan sela ini lebih penting dari semua pemilihan umum yang saya ingat dalam hidup saya,” kata sang Demokrat.

“Tapi dengan sekilas melihat berita utama baru-baru ini, sudah akan membuat Anda sadar bahwa momen kali ini benar-benar berbeda.”

Obama merujuk ke sebuah artikel opini di New York Times yang baru saja terbit yang membuat marah Trump.

Penulisnya, yang disembunyikan jati dirinya, disebut sebagai pejabat tinggi pemerintahan Trump, mengaku bekerja sama dengan sejumlah pejabat lain untuk melindungi negara dari “kebijakan-kebijakan terburuk” Presiden Trump.

Obama mengatakan: “Mereka (para pejabat anti Trump di gedung Putih) tidak melakukan hal terbaik untuk rakyat dengan secara aktif mempromosikan 90% dari hal-hal gila yang keluar dari Gedung Putih ini lalu berkata, ‘Jangan khawatir. Kami mencegah 10% lainnya.'”

Namun dia juga mengatakan kepada hadirin bahwa Trump adalah “gejala, bukan penyebab” dari kekisruhan di Amerika.

Dia mengecam seruan Trump kepada Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki para musuh politiknya.

“Bukanlah hal yang partisan untuk mengatakan bahwa kita tidak bisa menekan jaksa agung atau FBI untuk menggunakan sistem peradilan pidana sebagai alat untuk menghukum lawan politik kita.”

Presiden ke-44 AS ini juga pedas mengecam sikap awal Trump ketika tahun lalu diminta untuk mengutuk para pengunjuk rasa sayap kanan di Charlottesville, Virginia.

“Kita seharusnya menentang pihak pembuat masalah, dan bukan mengikuti irama mereka,” kata Obama. “Kita seharusnya menentang diskriminasi dan kita yakin bahwa kita harus bersikap dengan jelas dan tegas kepada simpatisan Nazi.”

Menjelang Musim Kemarau, Harga Beras Di Cipinang Naik 3,8% – Menjelang datangnya musim panas, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang, Jaya Arief Prasetyo Adi baru-baru ini menyampaikan jika beras akan naik sebesar 3,8%. Hal tersebut dikarenakan tak lain pasokan gabah kini semakin menipis.

Baca juga: 2 Bocah Tewas Tenggelam Di Kali Cikarang

Arief juga memaparkan kenaikan harga beras tersebut bila dibandingkan pada periode yang sama di tahun lalu jauh lebih rendah. Saat ini harga beras medium dipatok Rp 9.427 per kilogram (kg).

“Sekarang masuk musim kemarau jadi mulai sedikit pasokannya, tapi baru mulai ya,” jelas dia di Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC), Jakarta, Sabtu (8/9/2018).

“Tahun ini lebih terkontrol (kenaikan harga) dari sebelumnya, karena kenaikan harga pada periode bulan sebelumnya sama 3,8% tapi tahun lalu 7,4%,” imbuh dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan saat ini harga gabah pun telah berada di angka Rp 5.000 hingga Rp 5.500 per kg. Padahal, pemerintah menetapkan harga pokok pembelian (HPP) sebesar Rp 3.700 per kg.

“Saat ini waktunya kita hand in hand sekarang ini kondisi yang ideal. Petani dibeli harga yang baik gabah di Jawa Rp 5.000 sampai Rp 5.500 per kg. Padahal HPP pemerintah Rp 3.700,” ungkap dia.

Mengamini ucapan Arief, perwakilan penggilingan gabah PT Mercu Buana Rice Milk, Bisma juga mengatakan hal yang serupa. Ia menjelaskan saat ini telah terjadi kenaikan harga gabah, khususnya di daerah Jawa Barat.

“Kondisi harga bahan baku di lapangan gabah cukup ada kenaikan signifikan harga di angka Rp 5.000 sampai Rp 5.500 per kg. Jadi cukup banyak penggilingan padi di Jawa Barat yang sudah tidak menggiling karena kondisi bahan baku cost sudah tidak masuk,” tutup dia.

Sementara itu, Bulog memastikan saat ini cadangan beras miliknya yang berjumlah 2,2 juta ton mampu menjaga kondisi bila mana diperlukan.