Wakapolri: Kalau Polri Tidak Netral, Bubar Negara Ini

Wakapolri: Kalau Polri Tidak Netral, Bubar Negara Ini – Saat ini semakin ramai pula aksi kampanye #2019GantiPresiden yang terjadi di berbagai daerah yanga ada di Indonesia. Dengan begitu, pastinya pun pihak kepolisian terus berusaha untuk melarang kampanye yang tak wajar itu. Namun, pihak kepolisian kini jadi bulan-bulanan karena dianggap bertindak represif hanya dengan satu pihak. Sementara di pihak lain, polisi tidak melakukan tindakan serupa, bahkan cenderung permisif.

Baca juga: Jokowi Harus Naikkan Harga BBM, Apa Penyebabnya?

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto menegaskan, polisi berusaha hadir di tengah situasi tersebut dan menyesuaikan kondisi, meskipun dianggap represif.

“Secara umum dipandang ketika situasi itu perlu ada kehadiran polisi, maka polisi itu akan hadir. Hadir itu harus berbuat apa? Tentu harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Jadi kalau bicara represif memang ada tindakan represif, tapi bukan berarti keliru,” kata Ari Dono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 September 2018.

Ari Dono menegaskan Polri hanya mengamankan secara umum situasi di lapangan. Ari Dono menjamin Kepolisian tidak memihak kepada satu kelompok politik tertentu. “Hukumnya wajib, kalau Polri harus netral itu wajib netral. Kalau kami enggak netral, bubar negara ini,” ujar Ari Dono.

Dia menjelaskan Polri harus menciptakan satu situasi yang tenteram dan tertib di masyarakat. Mantan Kabareskrim Polri ini juga berharap masyarakat bisa memahami itu.

“Itulah yang kita harapkan sekarang, semua warga untuk menyongsong pesta demokrasi ini kita bawa dengan kepala dingin, tentunya dengan segala sesuatunya yang sama-sama nyaman,” kata Ari Dono.

Sebelumnya, sempat ramai diberitakan tokoh-tokoh gerakan tagar 2019GantiPresiden mendapat penolakan di berbagai daerah Tanah Air. Tokoh-tokoh gerakan ini seperti Neno Warisman dan Ahmad Dhani mendapat penolakan ketika berada di Pekanbaru dan Surabaya Jawa Timur.