Tersangka Pemerkosaan Gadis 13 Tahun Ditangkap Polisi Dirumah Pacarnya

Tersangka Pemerkosaan Gadis 13 Tahun Ditangkap Polisi Dirumah Pacarnya

Bocah berusia 13 tahun mendapati perbuatan yang tidak menyenangkan. Nahas gadis cilik di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, Riau ini mendapati berbagai perbuatan keju dari salah satu pria dewasa.

Siswi ini menjadi salah satu korban yang masih bersekolah dan dipaksa berhubungan intim dengan pria dengan ciri-ciri mempunyai tato dan berusia 31 tahun, pria itu berinisial SR.

Hingga berita ini diturunkan. Akhirnya polisi berhasil menangkap pelaku pencabulan tersebut dirumah pacarnya di daerah Riau.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira saat dikonfirmasi mengatakan, pelaku sudah dibekuk tim unit Reskrim, setelah polisi mendapat laporan dari orang tua korban. Pelaku akan dihukum berat karena mencabuli anak di bawah umur.

Kejadian keji ini diketahui oleh Sang Ibu, ketika usai berjualan dari ppasar, sang anak menceritakan tentang perbuatan tidak menyenangkan yang dialaminya, yaitu mendapakan perbuatan cabul dari pelaku. Peristiwa memilukan itu dialami korban di sebuah desa di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.

Ketika mendengar pernyataan dari sang anak tersebut, rasanya seperti tak kuat rasa semua bercampur. Ibu korban langsung emosi dan tak kuat menahan nangis. Sang ibu langsung mengajak anaknya untuk menemui pelaku di rumahnya. Setelah tiba, ibu korban akhirnya bertemu dengan pelaku.

“Saat ditanya ibu korban, pelaku mengakui perbuatannya,” kata Andri.

Keterlaluan, pelaku malah menjawab dengan santai dan berkata bahwa korban tidak akan hamil dengan kejadian tersebut. Karena hubungan intim yang dilakukannya dengan cara mengeluarkan cairan di luar.

Mendengar hal itu, reaksi Ibu korban semakin menggebu dan emosi. Ibu dan anaknya lalu dating ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan pelaku lantaran tak terima atas perbuatan keji yang di lakukan SR kepada anaknya.

Kemudian korban divisum et revertum dan dilakukan tes kehamilan. Hasilnya negatif. Namun dari hasil visum korban telah dicabuli pelaku. Hasil visum itu menjadi alat bukti bagi polisi untuk menangkap pelaku.

“Personel Polsek Tapung Hulu menangkap pelaku pada Selasa (7/8) sekitar pukul 23.00 WIB saat pelaku berada di rumah pacarnya,” pungkas Andri.