Seorang Suami Tega Menganiaya Istri di Hadapan Umum Hingga Mengancam Nyawanya

Seorang Suami Tega Menganiaya Istri di Hadapan Umum Hingga Mengancam Nyawanya

Seorang Suami tega berperilaku kasar hingga menyiksa sang istri di Depok. Hal ini diakui langsung oleh NM(24 tahun) istrinya, warga kelurahan Sukamaju, Cilodong, Depok menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya  Prima Hadi (32).

“Saya dimarahi, dipukul, ditendang, sama suami saya. Sampai puluhan kali ia memukul dan menendang saya. Dari mulai di jalan sampai di Oka Biliard,” kata NM di kediamannya, Cilodong, Depok, Selasa (24/7/2018).

Musibah nahas itu terjadi ketika sang suami melihat kejadian yang menurutnya salah, ia mendapati istrinya NM berada di rumah teman prianya.

Meski pada saat itu NM hanya berbincang saja diruang tamu, namun tanpa pikir panjang Prima Hadi menduga bahwa sang istri dan temannya tersebut telah melakukan hubungan suami istri.

Tanpa pikir panjang Prima Hadi menggunakan helm untuk memukuli teman prianya tersebut, ia memukul menggunakan helm hingga pecah kemudian ia juga memukul NM.

“Saya lagi di rumah teman saya, enggak ngapa-ngapain. Ngobrolnya sama orangtua dan adik teman saya itu. Suami saya langsung mukul teman saya pakai helm sampai helmnya pecah, habis itu dia mukulin saya,” tuturnya.

Terpancing emosi dan terus berlanjut, Prima menyeret sang istri untuk ikut dengannya dan dibawa ke Oka Biliard. Disanalah sang istri kembali menjadi bahan kemarahannya. Ia memaki, memukul hingga menendang korban.

Seketika para teman pelaku menegur perbuatan Prima tersebut dan ia mencoba mengehentikannya. Entah bagaimana yang ada dipikiran Prima, ia menyuruh sang istri untuk pulang berjalan kaki kerumahnya dengan jarak sejauh 6 kilometer.

Di tengah ramainya kendaraan NM yang sedang berjalan ditendangi pelaku sembari yang membututi menggunakan motornya.

“Saya disuruh jalan kaki, dari Oka Biliard dekat ITC Depok itu saya jalan sambil dimarahin dan ditendangi sama dia. Pas sampai di jembatan Panus itu baru berhenti pas dia mengancam saya,” ujar NM.

Di jembatan tersebut, pelaku memaksa NM untuk mengaku perbuatannya, Ia dituduh berhubungan suami istri dengan temannya, namun NM bersikeras berucap tidak.

Pelaku terus mengancam hingga berkali-kali tanpa dasar dan bukti apapun. Cacian, pukulan dan tendangan dari pelaku terus terjadi selama NM berjalan kaki.

Tak puas mendengar pengakuan sang istri yang jelas-jelas tidak melakukan hubungan intim, Prima dengan paksa membuka baju snag istri dihadapan semua kendaraan yang sedang melintas.

“Saya disuruh telanjang, kalau enggak mau saya bakal dilempar dari atas jembatan Panus. Dia juga ancam akan nusuk kepala saya pakai kunci motornya. Karena saya tetap enggak mau dia merobek baju saya,” lanjutnya.

Karena nyawanya terancam dan tidak mendapat pertolongan NM terpaksa berbohong telah berhubungan suami istri dengan temannya. Mendengar pernyataan bohong itu Prima kembali memaki NM dan melemparkan kunci motornya ke kepala korban hingga terluka.

“Karena takut jadi saya menuruti kemauannya. Saya bohong kalau sudah pernah berhubungan sama teman saya. Habis itu dia ngatain saya ‘perempuan tukang selingkuh’ terus melempar kunci motornya sampai kepala saya berdarah,” kata NM.

NM sendiri telah melaporkan kasusnya ke Unit PPA Polresta Depok agar polisi segera menangkap pelaku. Didampingi sejumlah tetangganya ibu satu anak ini membuat laporan yang tercatat STPLP/1934/K/VII/2018/PMJ Resta Depok.