Rusia Diserang Wabah Nyamuk, Apa Penyebabnya?

Rusia Diserang Wabah Nyamuk – Saat ini para warga Rusia yang ingin keluar dari rumah tampaknya harus memakai pakaian yang bisa melindungi kulitnya dari gigitan nyamuk. Hal tersebut di karenakan terjadinya serangan dari hewan penghisap darah atau lebih di kenal nyamuk.

Baca juga: Dolar AS Tembus Rp 14.744

Hampir di setiap jalan perkotaan, para warga harus bersabar dengan adanya nyamuk-nyamuk yang menggangu, salah satunya di kota Pelabuhan Taganrog di Laut Azov. Selain menutupi jalan dan kendaraan, nyamuk itu juga ‘meneror’ dengan cara mengerumuni warga yang ada di tempat tersebut.

Dalam sebuah gambar foto, terlihat seorang laki-laki yang berada di sebuah jalan yang berdekatan dengan Pelabuhan Taganrog, Rusia, menunjukkan telapak tangan kirinya yang dipenuhi nyamuk hingga setebal satu inci.

Bahkan ada juga wanita yang terpeleset karena nyamuk itu hinggap di jalanan dan membuat jalan itu menjadi licin. Diketahui nyamuk tersebut juga berkembang biak di beberapa danau di kota-kota Rusia.

Beberapa warga mengaku belum pernah melihat teror nyamuk saat musim panas seperti saat ini. Mereka menduga pergantian cuaca menjadi panas dan lembab itulah yang menjadi sebab para nyamuk meneror beberapa kota di Rusia.

“Sangat menakutkan untuk pergi keluar di malam hari dan terbang ke arah cahaya lampu,” kata salah satu warga setempat Olga Shustrova, seperti dilansir di Express UK, Sabtu (1/9/2018).

“Beruntungnya, nyamuk ini tidak sering menggigit,” imbuhnya.

Olga juga mengatakan setahun yang lalu Rusia juga mengalami wabah nyamuk seperti ini. Hanya saja, jumlahnya lebih sedikit dibanding dengan tahun ini.

“Kami terbiasa dengan serangga seperti itu tahun lalu, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit,”ungkapnya.

Ahli mengatakan nyamuk ini dikenal sebagai nyamuk Chironomidae yang memang memiliki habitat di perairan, seperti danau. Nyamuk itu hanya bertahan saat musim panas, dengan masa hidup lima hari.

“Masa hidup mereka adalah dua sampai lima hari, dan mereka hanya bisa mengepakkan sayap mereka 1.000 kali dalam satu detik, mereka juga membuat suara yang khas,” kata ahli.