Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penembak Aiptu Dodon dan Aiptu Widi

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penembak Aiptu Dodon dan Aiptu Widi – Kabar duka kini sedang melanda pihak keluarga Aiptu Dodon dan Aiptu Widi, setelah sebelumnya kedua polisi lalu lintas ini di tembak oleh seorang pelaku saat bertugas di Tol Cipali, Cirebon, Jawa Barat. Namun akhirnya pelaku penembakan kedua polisi itu berhasil di tangkap oleh Polisi dan Tim Densus Antiteror.

Baca juga: Aktivitas Gunung Bromo Kini Telah Normal Kembali

Sampai saat ini masih belum di jelaskan dengan pasti bagaimana proses yang di lakukan oleh pihak kepolisian mengenai penangkapan para pelaku tersebut.

“Iya (penyerang dua polantas di Tol Cipali ditangkap). Direktur Reskrimum (Polda Jabar Kombes Umar Fana) tadi laporan sudah ketangkap semua,” kata Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto saat dikonfirmasi detikcom, Senin (3/9/2018).

Arief belum merinci detail penangkapan itu. Menurut laporan yang diterimanya, jumlah pelaku yang tertangkap 4 orang. “Katanya empat orang , tapi jelasnya ke Pak Dir ya,” ujar Arief.

Dua anggota Polantas bernama Aiptu Widi dan Aiptu Dodon terluka akibat ditembak orang tak dikenal. Insiden tersebut berlangsung di Tol Palikanci di dekat Gerbang Tol Mertapada, tepatnya di Km 224. Saat itu Widi dan Dodon melihat ada tiga orang duduk di pinggir tol pada Jumat (24/8), pukul 21.30 WIB.

Tembakan yang dilesatkan salah seorang pelaku bersarang di dada dan tangan Dodon. Begitupun dengan Widi, yang terkena tembakan di bagian tangan.

Aiptu Dodon menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan di RS Polri pada 28 Agustus kemarin. Aiptu Dodon sempat dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengatakan para pelaku merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah. Motif penembakan itu diduga karena balas dendam.

“Kita sudah tahu dia adalah anggota dari kelompok JAD. Kenapa dia melakukan itu motifnya pun sudah tahu yaitu mertuanya ditangkap. Mertuanya juga anggota JAD ditangkap duluan sebulan yang lalu. Jadi mungkin dia balas dendam. Dia merampas senjata anggota dan menembak,” kata Tito di lingkungan RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (31/8).