Pencarian Para Korban Lombok Yang Tertimpa Reruntuhan

Pencarian Para Korban Lombok Yang Tertimpa Reruntuhan

#PrayforLombok, sampai saat ini jumlah korban terus bertambah ditambah ratusan orang yang menderita luka-luka. Gempa Bumi bermangnitudo 7.0 SR ini mengakibatkan puluhan nyawa tewas akibat tertimpa reruntuhan rumah dan bangunan.

Dari pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menyatakan bahwa gempa magnitudo 7 tersebut adalah gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya, kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar.

Sementara para tim masih mencari para korban dengan megevakuasi tempat terjadinya gempa. Gempa terbesar atau daerah terparah yang terjadi gempa adalah Lombok Utara, Lombok Timur dan Kita Mataram.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran. Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama jajaran BNPB telah tiba di Lombok Utara menggunakan pesawat khusus dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Ada juga bantuan logistik dan peralatan yang segera dikirimkan. Ada juga dua helikopter yang disediakan untuk mendukung penanganan darurat ditempat kejadian.

BNPB terus mendampingi pemeritah, baik provinsi dan kabupaten/kota terdampak dan bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, lembaga swadaya masyarakat, relawan, dan lainnya terus melakukan penanganan darurat.

TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan, khususnya bantuan kesehatan, yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda, dan alat komunikasi.

Sementara pencarian ini di fokuskan untuk mencari para korban, melakukan penyelamatan dan pertolongan pertama kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, permakanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing, dan kebutuhan dasar lainnya. Kegiatan belajar mengajar di sekolah di wilayah Lombok Utara, Lombok Timur, dan Mataram akan diliburkan pada Senin karena dikhawatirkan bangunan sekolah membahayakan siswa.