Penangkapan Kedua Kalinya Mucikari Prostitusi Online di Surabaya

Penangkapan Kedua Kalinya Mucikari Prostitusi Online di Surabaya

Ratu Prostitusi Online bernama Yunita atau Keyko ditangkap olehh Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Diungkapkannya jika perempuan ini sebelumnya sempat menjadi tersangka dan ditangkap dengan kasus yang sama, ujar Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Arman Asmara, saat jumpa pers di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Rabu, 9 Mei 2018.

Yunita atau Keyko melengkapi aksiya dengan memberikan jasa layanan seks via online melalui aplikasi media social whatsaoo dengan secara pribadi mengirimkan satu persatu foto seksi para pekerja seks kepada beberapa pelanggannya yang ada di aplikasi tersebut di berbagai provinsi.

Para pekerja seks itu ditandai dengan harga 1.5 juta – 5 juta setiap kali melayani. Ratu Prostitusi ini tidak tanggung-tanggung. Penampilan para pekerja seks yang dikirimkan kepada pelanggannya di antaranya di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, dan Bali.

Arman mengatakan kasus ini terungkap setelah polisi menggerebek dua pekerja seks bersama dua pria hidung belang, di Hotel Malibu, Ngangel, Surabaya. Saat diinterogasi, mereka mengaku menerima pesanan dari mucikari yang bernama Yunita.

Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Pada Agustus 2012, Polrestabes Surabaya menangkap wanita kelahiran Jakarta, 15 Oktober 1978, itu di Bali karena perkara prostitusi online, yang melibatkan 2.000 lebih pekerja seks komersial. Karena kasus itu, dia divonis 1 tahun penjara.