Narkoba dan Suramnya Hidup Maradona

Narkoba dan Suramnya Hidup Maradona – Diego Maradona, sang pemilik gol tangan tuhan ini untuk pertama kalinya angkat bicara di depan banyak media yang kini sebagai pelatim tim sepak bola Dorados. Ia berbicara mengenai kisanya tentang perjuangannya keluar dari lingkaran setan. Belum lama ini Maradona ditunjuk sebagai pelatih klub divisi dua Meksiko, Dorados de Sinaloa. Dorados jadi tim keenam yang dilatih Maradona.

Baca juga: Kata Sri Mulyani Mengenai Lemahnya Rupiah Terhadap Dolar AS

Maradona pun diperkenalkan klub di hadapan media pada Senin (10/9/2018). Dalam konferensi persnya di Hotel Lucerna, Culiacana, Maradona menceritakan perjuangan hidupnya untuk lepas dari jerat narkoba.

Bintang Argentina ini sudah diketahui secara umum adalah pemain yang pernah menjadi pecandu narkoba. Hidupnya mulai terikat narkoba saat berkostum Barcelona dalam usia 24 tahun.

Kegilaannya dengan narkoba semakin menjadi-jadi saat main di Napoli (1984-1991). Dia mengonsumsi kokain dengan sangat intens dan pada prosesnya karier mainnya pun meredup selepas Piala Dunia 1994, yang pada saat itu gagal melewati tes penggunaan obat-obat terlarang.

“Aku ingin memberikan Dorados apa yang tidak aku dapat ketika aku sakit,” kata Maradona saat memulai kalimat pertama dalam ceritanya seperti dikutip dari Four Four Two.

“Hari ini aku ingin melihat matahari dan aku ingin tidur di malam hari. Sebelumnya, aku tidak bisa tidur dan aku bahkan tidak tahu yang namanya bantal. Itulah mengapa aku menerima tawaran dari Dorados. Aku mengambil tanggung jawab ini seolah-olah ini adalah anak baruku,” sambungnya.

“Sejak aku lepas dari jeratan pada 15 tahun yang lalu, aku ingin menjelaskan kepada Anda bahwa ketika aku jadi pemakai, hidupku berantakan. Itu adalah kemunduran dan pemain bola harusnya selalu maju. Itu semua berhenti berkat putriku.”

“Ketika aku masih dalam keadaan koma dan dia (Dalma Maradona) menyentuh sepraiku untuk bangunkan aku. Lalu aku pergi, dan seperti semua orang, kami dihakimi dan kami pikir kami memegang teguh kebenaran, aku bertanya-tanya berapa banyak orang di sana yang telah melakukan hal-hal yang lebih buruk daripada kami. Aku di sini untuk bekerja.”

“Aku di sini untuk memberikan hatiku seperti yang aku lakukan di Fujairah, di mana aku berkendara 300 kilometer sehari untuk bekerja. Sekarang, terserah kami (Dorados) apakah mau untuk membawa seekor gajah di pundak? Dan itu tidak mudah. Aku tidak bersembunyi, aku tidak membunuh, dan aku tidak berbohong,” tegasnya.

Meksiko adalah negara yang dikenal sebagai “sarang” kartel narkoba. Keputuan Maradona untuk mau melatih Dorados sejauh ini sudah dikait-kaitkan dengan kartel.

Los Zetas, Juarez, Tijuana, Jalisco, sampai Beltran-Leyva adalah nama-nama kartel di Meksiko. Tapi, nama-nama itu belum ada yang mampu menyaingi kebesaran dan kedigdayaan kartel Sinaloa.