Murid Perguruan Silat Tewas Saat Latihan

Murid Perguruan Silat Tewas Saat Latihan – Malangnya nasip anak remaja ini, bernama Ahmad Baidawi berusia 18 tahun yang harus kehilangan nyawanya. Murid perguruan pecak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ini tewas saat menjalani latihan di Ponpes Raudlatul Ulum, Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono. Penyebab tewasnya korban di karenakan ia terkena pukulan yang tepat mengenai ulu hati.

Baca juga: Usai Hukuman Penjara Selesai, Ahok Akan Menikah Di Bulan Januari

Menurut Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, korban sebelumnya berlatih bersama rekan-rekannya. Latihan diikuti total 21 murid perguruan.

“Latihan dilakukan Kamis (6/9) malam dipimpin pelatihnya bernama Hanifan,” kata Kusworo, Jumat (7/9/2018).

Kusworo menjelaskan kegiatan tersebut merupakan latihan rutin. Saat itu, korban tidak memakai pelindung tubuh.

“Saat itu dilakukan latihan sambung, dan yang bersangkutan (korban), terkena pukulan di ulu hati. Kemudian korban juga tidak menggunakan body protector. Langsung tidak sadarkan diri, dan langsung di bawa ke Puskesmas Sukowono,” sambungnya.

Namun dalam perjalanan ke puskesmas, korban meninggal. “Saat perjalanan yang bersangkutan sudah tidak tertolong,” ujar Kusworo.

Dalam kegiatan latihan itu, penanggung jawab latihan dan juga sang pelatih masih ada hubungan saudara dengan korban.

“Jadi korban ini umurnya masih 18 tahun, dan pelatihnya adalah pamannya sendiri. Atas insiden itu, kami melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saki, dan masih dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Kusworo menambahkan, pihak keluarga menolak jenazah korban diautopsi. Setelah diperiksa di Puskesmas, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka.

“Keluarga korban menerima kejadian itu sebagai sebuah musibah dan kecelakaan. Tapi kami tetap melakukan lidik karena sudah ada korban jiwa,” tegasnya.