Menyeret Dua Putra SBY Lantaran Prabowo Disebut Jenderal Kardus

Menyeret Dua Putra SBY Lantaran Prabowo Disebut Jenderal Kardus

Prabowo Subianto yang merupakan ketua umum Gerindra, disebut Jendral Kardus oleh Andi Arief yang merupakan anggota Demokrat. Alhasil hubungan antara Partai Gerindra dengan Partai Demokrat tengah memanas.

Menurut beberapa sumber, Andi Arief yang mengunggah cuitan yang menyebut Prabowo jenderal kardus. Andi Arief mengaku kecewa dengan sikap politik mantan Danjen Kopassus tersebut..

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Pouyono geram dengan tudingan Andi Arief tersebut. Arief menyindir kasus kasus korupsi Demokrat yang menjerat beberapa kadernya. Terutama dalam kasus korupsi Wisma atlet di Hambalang yang menurutnya putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Edhie Baskoro alias Ibas turut terlibat.

“Kan bukti si Anas (Urbaningrum), Nazarudin, Angelina (Sondakh), siapa lagi tuh yang sudah almarhum (Sultan Batugana), terus mantan menteri ESDM (Jero Wacik). Kan koruptor semua sampai harusnya anaknya ini harusnya diperiksa kasus Hambalang si Ibas gitu kan, karena diduga menerima kardus Hambalang. Saya kencengin nanti, saya minta KPK nangkep si Ibas,” tegas Pouyouno.

Arief juga berkata bahwa Partai Gerindra adalah partai yang realistis dan lebih mempertimbangkan kader potensial dibandingkan Ketua Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang disebutnya boncel.

“Ya kita sih harus realistis, kalau yang diajukan anak boncel yang pasti kita enggak mau,” ujarnya.

Arief Pouyono juga tak khawatir soal sidang kehormatan partai yang dilewatinya karena menyebut AHY boncel. “Gak ada urusan, emang saya minta maaf (ke Demokrat), emang dateng ke sidang partai, gak ada,” tegasnya.

Dan ada 1 lagi yang bukan pertama kali, nama anak mantan Presiden SBY yaitu Ibas disebut dalam kasus dugaan korupsi. Dulu Antasari Azhar yang sempat mengatakan bahwa Ibas terlibat dugaan korupsi IT KPU 2009.

Putra kedua SBY ini pun juga tak tinggal diam. Meski tak langsung membantah tudingan Antasari, Ibas meminta masyarakat jangan larut terhadap hal-hal yang menyesatkan dan mengarah ke fitnah.

“Wahai rakyatku dan saudara-saudaraku. Janganlah kita larut dalam demokrasi yang menyesatkan (fitnah). Masih banyak cara yang lebih ksatria menuju satu tujuan,” tulis Ibas dalam akun Twitternya, @Edhie_Baskoro dikutip merdeka.com, Selasa (14/2).