Marcus Sempat Gugup Ditinggal Kevin Saat Sedang Bertanding

Marcus Sempat Gugup Ditinggal Kevin Saat Sedang Bertanding – Pada ajang Asian Games 2018 yang berlangsung di Indonesia, tepatnya Jakarta-Palembang ini. Tak sedikit para atlet yang berhasil menyumbang medali emas untuk Indonesia dari berbagai cabang olahraga yang di pertandingkan. Salah satunya seperti cabang olahraga Bulutangkis.

Baca juga:  Sudah Punya 2 Cucu, Pria Ini Cabuli Bocah SD Di Depok

Namun, ternyata pada laga final Asian Games 2018 cabang olahraga Bulutangkis, kedua tim ganda putra asal Indonesia harus bertemu di final setelah berhasil mengalahkan lawan-lawannya di partai sebelumnya.

Pada partai itu Kevin/Marcus harus bertemu dengan lawannya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Saat sedang bertanding, Marcus Fernaldi Gideon mengaku sempat gugup karena Kevin Sanjaya Sukamuljo mengganti raket pada kedudukan 22-22 di gim ketiga final ganda putra Asian Games 2018, Selasa (28/8).

Duel final Asian Games 2018 antara Kevin/Marcus lawan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berlangsung sengit. Laga mencapai klimaksnya ketika memasuki jus di gim ketiga. Pada skor 22-22, di tengah reli yang sengit, senar raket Kevin putus.

Hal itu memaksa Kevin harus mengganti raket di tengah permainan berlangsung. Keputusan itu tentu memiliki risiko besar. Pasalnya, lawan jadi punya ruang yang lebih besar untuk melakukan serangan. Bila tidak mengganti raket, maka pukulan Kevin berikutnya tentu tak akan sesuai dengan keinginannya.

Marcus yang ditinggal di lapangan sendirian sejatinya juga cukup punya modal. Ia pernah berkiprah sebagai pemain tunggal hingga usia kategori taruna (kurang 19 tahun) sehingga dia punya pengalaman melakukan cover satu lapangan sendirian.

Meski demikian, Marcus juga mengaku tetap grogi menghadapi serangan Fajar/Rian saat ditinggal Kevin sendirian di lapangan.

“Sempat gugup juga karena itu sudah [masuk] poin kritis. Makanya saya bilang [kami] beruntung,” kata Marcus dalam konferensi pers usai pertandingan.

“Di gim ketiga pun kami sudah terus tertekan, hampir seperti tak ada lagi harapan,” ucap Marcus menambahkan.

Kevin/Marcus mendapatkan banyak tekanan dari Fajar/Rian di laga ini. Setelah tak berdaya di gim pertama, Fajar/Rian juga terus menekan Kevin/Marcus hingga sempat unggul 17-11 di gim kedua.

“Puji Tuhan hari ini kami mendapatkan mukjizat karena kami sudah tertinggal jauh namun bisa menang.”

“Penampilan Fajar/Rian di luar ekspektasi kami. Mereka bermain dengan sangat baik,” tutur Kevin menegaskan.