Kisah Lalu Muhammad Zohri Menjadi Kebanggaan Indonesia Sebagai Pelari Tercepat di Dunia

Kisah Lalu Muhammad Zohri Menjadi Kebanggaan Indonesia Sebagai Pelari Tercepat di Dunia

Pelari Indonesia, Muhammad Zohri menjadi Juara Dunia Lari 100 M untuk U-20. Zohri menang sebagai Juara Dunia di Kota Tampere, Finlandia.

Prestasi yang didapatkan Zohri mebukukan sejarah bagi bangsa Indonesia. Atlet yang berusia 18 tahun ini berangkat ke Eropa karena catatan waktunya memenuhi kualifikasi IAAF World U-20 Championships yang digelar di Ratina Stadium, Tampere.

Pemuda kelahiran 01 Juli 2000 ini berjuang untuk Bendera Merah Putih. Zohri tercatat menjadi pelari tercepat di dunia namun kisahnya sungguh lebih menarik perhatian.

Sorotan publik sampai hari ini tidak berhenti pada kisahnya. Pemuda NTB itu mempunyai perjuangan luar biasa yang hidup sederhana dan sekarang memberikan pembuktian serta mencetak sejarah untuk Dunia.

Zohri mampu mengantarkannya finis tercepat dengan waktu 10,18 detik, lebih cepat dari duo Amerika Serikat, Anthony Schwartz yang finis 10,22 detik dan Eric Harrison di dengan waktu 10,22 detik.

Kepulangan Zohri di Tanah Air juga disambut  oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada hari Selasa 17/07/2018 sekitar pukul 23.00 WIB.

Wiwiek beserta tim dari KBRI Helsinki sendiri mengawal Zohri dan tiga rombongan lain dari PASI yakni atlet lari gawang Halomoan Edwin Binsar Simanjuntak serta dua pelatih Erwin Renaldo Maspaitella dan Kikin Ruhuddin.

Di Finlandia, Zohri, Halomoan, Erwin, dan Kikin juga mendapat sambutan hangat dari diaspora Indonesia di Kota Tampere. Sementara sesuai jadwal, rombongan akan tiba di Tanah Air Selasa (18/7) pukul 23:00 WIB.

Berganti Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang akan menyambut meriah Zohri sang juara dunia. Di Indonesia, kerja keras Zohri bakal diganjar kucuran bonus ratusan juta, renovasi rumah, janji jabatan hingga paket umrah.