Kejadian Nahas Pria Tega Cabuli Anak Tirinya Yang Masih di Bawah Umur

Kejadian Nahas Pria Tega Cabuli Anak Tirinya Yang Masih di Bawah Umur

Tindakan pencabulan anak dibawah umur kembali lagi terjadi. Depok kembali mengungkap kejadian pemerkosaan seorang ayah tiri yang tega mengcabuli anak dibawah umur. Tersangka berinisial S (berusia 50 tahun) mengaku telah mencabuli anak tirinya M (berusia 16 tahun).

S mengaku sudah selama dua tahun pelaku mencabuli anak tirinya. Hal itu didasari lantaran M, anak tiri nya sukar berbohong kepadanya sehingga membuat S kecewa akan perbuatannya.

Dia sering membohongi saya, jadinya saya kecewa dan menghukumnya. Awalnya belum langsung saya cabuli, tapi memang sudah dua tahun saya cabuli,” kata S di Mapolresta Depok, Rabu (25/7/2018).

S mengungkapkan bahwa ia memberikan uang kepada M untuk pelunasan les disekolahnya namun M tidak membayarkannya dan pergi bersama teman pria sebayanya.

Dalam penyelidikan polisi, S menyatakan bahwa dirinya mengaku khilaf akan perbuatannya tersebut. Hampir 10 kali perbuatan cabul yang ia lakukan kepada M.

Baca juga : Ketangkap Basah Sedang Cabuli Anaknya, Seorang Ibu Melapor Polisi

Dan perbuatan keji tersebut dilakukannya semua di rumahnya dikediaman Depok. Ia melakukan aksinya tersebut ketika sang istri, D (berusia 30 tahun) yang merupakan karyawan swasta sedang bekerja.

Saya khilaf, saya menyesal. Selama dua tahun itu sudah 10 kali saya cabuli. Saya juga pernah mengancamnya. Sekarang dia sudah kelas dua SMA,” ujarnya.

Polisi menetapkan tersangka S, dalam perbuatannya itu terkena pasal 81, 82 UU No 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman maksumal lima belas tahun penjara.

Ketika ditanya M mengaku tidak berani melaporkan kejadian tersebut kepada polisi karena takut dan ibunya seringkali mendapatkan tindak kekerasan dalam rumah tangga oleh S (KDRT).

M mengaku khawatir akan ibunya jika ia melaporkan perbuatan yang dilakukan ayah tirinya tersebut akan berdampak kepada ibunya yang lebih buruk lagi.

“Ada KDRT ini, nah ini alasan anak ini enggak mau lapor ke mamahnya karena didasari rasa takut melihat mamahnya kena KDRT setiap hari. Ibunya karyawan swasta,” kata Nurhayati Tantri selaku pengacara korban.