Fakta Kecelakaan Bus Renggut Nyawa 21 Orang di Sukabumi

Fakta Kecelakaan Bus Renggut Nyawa 21 Orang di Sukabumi – Kecelakaan yang terjadi di Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Alternatif Cikidang-Palabuhanratu. Kejadian itu terjadi pada hari Sabtu (8/9/2018), sekitar pukul 12.14 WIB, dimana bus masuk kedalam jurang sedalam 30 meter. Menurut laporan yang beredar, tercatat sebanyak 21 penumpang bus meninggal dunia dan 18 lainnya mengalami luka yang cukup serius.

Baca juga: Tanggapan Alibaba Mengenai Pensiunnya Jack Ma

Jumlah korban tewas yang asalnya disebut polisi hanya enam orang ternyata terus bertambah. “Jumlah korban meninggal dunia 21 orang,” kata Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Galih Bayu, Sabtu (8/9/2018).

Gambaran horor dalam sejumlah video yang diunggah warganet nyaris tanpa sensor. Seluruh korban dibawa ke rumah sakit menggunakan berbagai kendaraan diantaranya truk dan pikap. Bus itu sebenarnya tidak sendiri, seluruh karyawan PT Catur Putra Grup (CPG) Bogor menggunakan empat armada bus. Mereka menuju salah satu lokasi arung jeram di kawasan Cikidang. Bus yang mengalami kecelakaan ialah bus yang berada di barisan paling akhir.

“Rombongan ada empat bus pariwisata, yang mengalami kecelakaan rombongan terakhir. Posisinya di belakang,” kata Beni, salah seorang anggota rombongan kepada awak media di RSUD Palabuhanratu.

Polisi bergerak cepat, dugaan rem blong sempat diungkap polisi. Tidak lama kemudian, kaleng uji KIR yang terpasang di badan bus mengungkap fakta bus yang sudah 2 tahun tidak melakukan uji kelayakan. Bukti itu ditemukan selang beberapa jam setelah kejadian usai petugas melakukan penyelidikan.

“Anggota kita menemukan kaleng uji KIR tahun 2016, artinya KIR dalam kondisi mati selama 2 tahun, artinya perusahaan tidak melakukan uji kelayakan kendaraannya,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi.

Fakta lainnya juga muncul. Pendi (36), salah seorang korban selamat dari kecelakaan maut tersebut, mengaku bus yang dia tumpangi mengalami rem blong beberapa saat sebelum akhirnya terjun ke jurang sedalam kurang lebih 30 meter.

Pendi mengalami patah pada tangan kanannya, selain itu dia juga mengaku mengalami luka pada organ dalamnya. Meski begitu kondisi karyawan PT Catur Putra Group (CPG) Bogor itu mulai berangsur pulih.

“Beberapa saat sebelum masuk jurang bus mulai terasa oleng, semua penumpang berteriak. Sampai akhirnya bus seperti melayang lalu menghantam tanah,” tuturnya.

Bus tersebut diduga overload saat membawa penumpang, diketahui batasan penumpang bus harusnya hanya 32 namun saat kejadian bus membawa penumpang hingga 39 orang.

“Korban meninggal 21 orang, luka 17 orang plus satu orang supir total 39. Sedangkan yang ada di dalam buku KIR maksimal 32 orang, artinya ada kelebihan sekitar 7 orang. Yang jadi pertanyaan yang 7 orang ini naiknya dimana. Untuk itu kita bersama kepolisian sepakat untuk membuat tim yang nantinya akan melakukan penyelidikan dan analisa secara intensif,” tutur Dirjen Hubdar Budi Setiadi.

Perlahan fakta lain juga terkuak seiring penyelidikan polisi. Seorang pria mengaku bernama Muhammad Adam ditemukan tergeletak di pinggir sungai. “Pria itu ditemukan tergeletak di pinggiran sungai oleh guide arung jeram, guide itu lalu memberi tahu ke warga. Lokasi ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi,” kata Abdul Gani, warga di sekitar lokasi, Minggu (9/9).

Adam yang mengaku sebagai kondektur itu ternyata yang mengemudikan bus saat kecelakaan terjadi. Dia diduga kabur untuk berusaha menghilangkan jejak sesaat setelah bus yang dia kemudikan terjun ke jurang.