Fakta Bahwa Presiden Soeharto Merupakan Presiden Yang Paling Berhasil

Fakta Bahwa Presiden Soeharto Merupakan Presiden Yang Paling Berhasil

H.M. Soeharto atau Presiden Soeharto berdiri kokoh memimpin Indonesia selama 32 tahun, hingga pada 21 Mei 1998 dia mengundurkan diri dari jabatannya. Peristiwa yang ditandai sebagai kejatuhan Soeharto itu menjadi akhir Orde Baru dan titik awal reformasi di Indonesia. Memperingati 20 tahun reformasi, mari kita lihat lagi kejadian-kejadian yang berujung pada pengunduran diri mantan diktator itu.

Peninggalan Soeharto masih diperdebatkan sampai saat ini. Dalam masa kekuasaannya, yang disebut Orde Baru, Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur.

21 Mei 1998 merupakan hari reformasi dan tepat 20 tahun kiprah Presiden Soeharto yang paling berhasil memimpin negeri ini dibandingkan dengan presiden lainnya.

Reformasi 1998 telah menuntut perubahan dalam seluruh tatanan kehidupan Indonesia. Tak terkecuali dalam aspek ekonomi. Peristiwa yang ditandai dengan jatuhnya kekuasaan Orde Baru, menyisakan sejumlah persoalan besar di bidang ekonomi pada awal reformasi.

Soeharto dinilai menjadi Presiden yang paling berhasil dibandingkan dengan presiden lainnya, pernyataan ini menurut Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari, Jakarta 20 Mei 2018.

Hal ini juga dinyatakan dengan survey yang dilakukan pada 15-22 April 2018, Soeharto menduduki posisi paling pertama dalam pemilihan Presiden yang paling berhasil dengan tingkap responden mencapai 32,9% sedangkan Presiden Soekarno menduduki urutan kedua sebagai Presiden yang paling berhasil dengan perolehan 21,3%.

Selanjutnya mengenai Presiden yang paling berhasil, Joko Widodo berhasil menduduki posisi nomor 3. Joko Widodo merupakan presiden ketujuh yang memimpin indonesia, melalui bukti yang ditunjukkan, Joko Widodo mendapatkan perolehan 17,8%.

Penyataan dari Qodari bahwa posisi pertama di duduki oleh Soeharto karena factor terbesar dari peran presiden Sorharto adalah keberhasilannya dalam perekonomian dan masa Orde Baru dibanding era reformasi yang terdapat pertanyaan survei lainnya. “Keberhasilan Orde Baru dalam ekonomi itu paling tinggi dengan 54,6 persen dan sosial 43,2 persen,” ujarnya.

Menurut Qodari, hasil survei ini hanya sebatas persepsi masyarakat, karena mungkin saja sebagian responden tidak mengalami pemerintahan Orde Baru.