Dolar AS Tembus Rp 14.744

Dolar AS Tembus Rp 14.744 – Kini nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap mata uang asal Amerika Serikat (AS) yaitu Dollar. Ternyata nilai tukar mata uang Indonesia itu naik hingga mencapai angka nominal Rp 14.744 per Dollarnya. Mengetahui hal itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut hal itu menunjukkan peringatan bahaya.

Baca juga: LRT Jakarta Ditargetkan Beroperasi Akhir Tahun

“Saya kira ini warning, suatu bahaya jangan dianggap enteng,” ujar Fadli, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (30/8/2018).

Fadli meminta pemerintah untuk tak menganggap enteng kondisi rupiah yang terus melemah. Sebab, depresiasi rupiah merupakan pemicu krisis moneter.

“Yang nanti swasta swasta yang meminjam anggaran, utang dan sebagainya, kemudian jatuh tempo nggak bisa membayar karena beratnya kurs ya, begitu juga pembayaran dari utang pemerintah yang jatuh tempo dan seterusnya saya kira ini sangat berbahaya,” tutur Waketum Gerindra itu.

Fadli juga meminta pemerintah untuk secara serius dan berpikir ekstra mengatasi persoalan kenaikan dolar AS terhadap rupiah itu. Masalah ekonomi harus menjadi titik fokus pemerintah.

“Ini kan spertinya jatuhnya rupiah ini tidak ada daya, harusnya dari tim ekonomi pemerintah sekarang ini memikirkan bagaimana bisa menahan laju dari depresiasi rupiah kepada dolar Amerika,” kata Fadli.

Hari ini dolar Amerika Serikat (AS) kembali mendominasi dan telah menembus level Rp 14.744. Level itu merupakan tertinggi dalam tiga tahun terakhir namun masih kalah dari rekor Rp 14.855 yang terjadi pada 24 September 2015.