Dipenjara Selama 25 Tahun Tanpa Melakukan Salah, Pria Ini Tuntut Rp. 3,7 Triliun

Dipenjara Selama 25 Tahun Tanpa Melakukan Salah, Pria Ini Tuntut Rp. 3,7 Triliun

Pria di China bernama Liu Zhonglin meminta keadilan datang kepadanya. Ia menuntut ganti rugi sebesar 17 juta yuan (sekitar Rp 37,7 miliar) terhadap pengadilan yang telah membuatnya menghabiskan lebih dari 25 tahun di dalam penjara karena salah tangkap.

Liu Zhonglin ditangkap pada Oktober 1990 karena dituduh sebagai pelaku pembunuhan seorang remaja. Pada waktu itu Liu berusia 22 tahun. Ketika itu dia menemukan jenazah seorang remaja perempuan di lahan pertanian di kampung halamannya, Desa Huimin, provinsi Jilin.

Jenazah tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Zheng Dianrong, berusia 19 tahun, yang telah menghilang selama satu tahun. Liu yang menjadi tersangka pelaku kemudian dinyatakan bersalah pada 1994 dan dijatuhi hukuman mati, namun kemudian diubah menjadi penjara seumur hidup.

Liu sudah berusaha melakukan pembelaan dengan menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan hal itu dan menyatakan dirinya tidak bersalah atas kasus pembunuhan wanita berusia 19 tahun tersebut. Ia berjuang mengajukan banding selama dirinya berada di dalam jeruji besi.

Hingga akhirnya pada tahun 2012, atau setelah 22 tahun, Pengadilan Tinggi Jilin bersedia memeriksa kembali kasus ini. Namun Liu belum dibebaskan. Barulah pada Januari 2016, pengadilan memutuskan untuk mengeluarkan Liu dengan pemeriksaan yang masih dilanjutkan.

Dua tahun berselang, tepatnya 20 April 2018, Liu baru dinyatakan tidak bersalah. Pengadilan menyatakan fakta yang ada tidak cukup memadai dan bukti juga tidak jelas, termasuk yang menunjukkan Liu sebagai pelaku. Namun pelaku pembunuhan yang sebenarnya juga belum ditemukan.

Meski telah bebas, hal itu belum cukup bagi Liu yang telah menghabiskan masa lebih dari 25 tahun di balik jeruji. Dia pun melayangkan gugatan kompensasi pada Rabu (23/5/2018). Kini Liu mengaku mengalami trauma mental maupun fisik.

Liu yang telah berusia 50 tahun juga tidak memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk mencari pekerjaan. Bersama dua pengacaranya, Qu Zhenhong dan Li Huiqing, Liu mengajukan permohonan kompensasi sebesar 16,67 juta yuan (sekitar Rp 37 miliar).

Pengajuan kompensasi atas dasar pelanggaran kebebasan pribadi, serta dampaknya terhadap kesehatan dan keuangan keluarganya. Liu juga mengajukan tuntutan permintaan maaf publik melalui media massa untuk memulihkan reputasi buruknya.

Menurut Thepaper, lama waktu yang dihabiskan Liu dalam penjara atas keputusan salah tangkap merupakan yang paling lama dalam sejarah peradilan China.