Akhirnya 10 Ton Surat Di Kirim Kembali Menuju Ke Palestina

Akhirnya 10 Ton Surat Di Kirim Kembali Menuju Ke Palestina – Pemerintahan pusat Israel akhirnya memberikan kiriman paket dan juga surat-surat yang yang sempat di larang masuk di dalam wilayah Palestina yang ada di Tepi Pantai Barat, sejak tahun 2010 yang lalu.

Baca juga: Bima Sakti Tinggalkan Luis Milla Dan Timnas Indonesia

Sebelumnya, paketan berupa surat-surat itu sempat di tahan di Yordana selama kurang lebih delapan tahun. Tumpukan surat yang di tahan oleh Israel itu beratnya mencapai lebih dari 10 ton. Dan surat tersebut di kirim sekaligus lewat tepi barat.

Kiriman jutaan paket dan surat itu pun membuat pusat pemilahan kantor pos di kota Jericho, Tepi Barat kelebihan muatan. Paket yang diterima mulai dari surat-surat hingga obat-obatan. Bahkan ada paket sebuah kursi roda untuk orang cacat.

Menteri Telekomunikasi Palestina, Allam Mousa, menuduh otoritas Israel yang telah menahan pengiriman paket di Yordania dan menunda penerapan kesepakatan jasa pos yang telah dicapai setahun lalu.

Ramadan Ghazawi, pejabat di pusat pemilahan di Jericho mengatakan, pihaknya memahami beberapa paket telah ditahan karena alasan keamanan sementara yang lainnya dilarang di wilayah admninistratif.

“Beberapa hari lalu Israel mengizinkan masuknya lebih dari 10 ton paket pos yang selama ini tertahan di Yordania,” katanya kepada AFP.

Ghazawi mengatakan dibutuhkan waktu dua pekan untuk dapat memilah seluruh paket dan mengirimkannya kepada penerima.

Otoritas Israel mengkonfirmasi bahwa paket-paket telah dikirim dan mengatakan kesepakatan sedang dikerjakan, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Pengiriman surat dan paket itu diatur oleh Koordinator Aktivitas Pemerintah dalam Wilayah (COGAT), badan Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas koordinasi sipil di wilayah Palestina.

Langkah pelepasan surat dan paket tersebut diambil sebagai bagian membangun kepercayaan setelah dicapai kesepakatan pengiriman barang pos dengan otoritas Palestina sekitar setahun lalu.

“Kesepakatan tersebut belum diberlakukan untuk pengiriman di waktu mendatang dan sementara hanya memungkinkan pengiriman satu kali sebanyak sekitar 10 ton surat yang telah tertahan di Yordania,” kata badan tersebut dalam pernyataannya.

Israel mengendalikan semua jalur keluar masuk ke wilayah Palestina di Tepi Barat, termasuk dapat mencegah barang-barang yang masuk. Pihak otoritas Palestina mengatakan, kontrol tersebut telah melumpuhkan perekonomian serta merengut kebebasan bergerak warga Palestina.